Wacana Provinsi Sunda Dinilai Berdampak Besar ke Administrasi dan Anggaran

- Minggu, 18 Oktober 2020 | 12:38 WIB
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman bersama Wakilnya Muhammad Yusuf, Sabtu (17/10/2020).
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman bersama Wakilnya Muhammad Yusuf, Sabtu (17/10/2020).

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Provinsi Sunda yang diusulkan oleh sejumlah tokoh Sunda harus betul-betul dipertimbangkan. Wacana itu dituangkan dalam Kongres Sunda yang dilaksanakan Aula Rancage Perpustakaan Ajib Rosadi di Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

Menurutnya, sepanjang nama itu disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan di Jabar, dirinya mengaku setuju-setuju saja jika perubahan nama itu akan memberikan atau menambah motivasi untuk hal yang lebih baik dalam segala hal.

"Pada prinsipnya saya setuju-setuju saja. Namun, intinya ini harus dibicarakan dengan seluruh pemangku kebijakan karena bagaimana pun Jawa Barat itu sangat heterogen, jangan sampai ganti nama malah jadi permasalahan baru. Itu yang tidak kita harapkan,"ujar Budi, Minggu, (18/10/2020).

Budi menegaskan, pergantian nama itu dampaknya akan sangat besar sekali. Tidak hanya sekadar nama, ke administrasi juga pastinya akan berdampak dan kesemuanya seperti terhadap anggaran.

"Contoh satu judul saja KTP. Kalau se-Jawa Barat itu ada 50 juta penduduk,berarti harus mempersiapkan 50 juta lagi KTP yang baru," ucap Budi.

Selain KTP baru, menurut Budi, Kartu Keluarga (KK) juga pasti harus baru karena yang berubah nama provinsinya. Belum lagi sekolah, itu juga harus dipertimbangkan semuanya.

"Kalau memang perubahan nama itu berdampak positif yang luar biasa, selama menjaga nama budaya Jawa Barat dan menjadi motivasi akan membangkitkan serta tidak meninggalkan sejarah, ya silahkan disepakati bersama oleh seluruh komponen masyarakatdi Jawa Barat ,saya sih setuju saja,"pungkas Budi.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Ribuan Siswa SD Tidak Bisa Login Simulasi ANBK

Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:07 WIB
X