Wali Kota Tangsel: Protokol Kesehatan Harus Jadi Kebutuhan

- Sabtu, 17 Oktober 2020 | 16:55 WIB
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Selasa (29/9/2020). Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung gencar melakukan razia penggunaan masker, bagi pengendara yang kedapatan tidak menggunakan masker, petugas memberikan sanksi memperlihatkan kartu identitasnya yang selanjutnya dicatat dalam blanko pelanggar.
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Selasa (29/9/2020). Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung gencar melakukan razia penggunaan masker, bagi pengendara yang kedapatan tidak menggunakan masker, petugas memberikan sanksi memperlihatkan kartu identitasnya yang selanjutnya dicatat dalam blanko pelanggar.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wali kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, menyatakan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran virus corona seharusnya sudah menjadi kebutuhan, bukan lagi kewajiban.

Hal itu ia sampaikan dalam talkshow "Peluncuran Buku Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19” di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Jumat (16/10) sore.

Airin menceritakan pengalamannya tujuh bulan memimpin masyarakat dalam situasi pandemi. Kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan itu harusnya menjadi kebutuhan bukan lagi kewajiban karena perintah undang-undang.

"Kalau sudah jadi kebutuhan, ada atau tidak ada polisi dan tentara, masyarakat tetap pakai masker. Bukan karena ada  razia masker baru pakai," ujar Walikota Airin yang menjadi orang pertama yang menerima buku “Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19” yang diterbitkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 ini.

Walikota Airin menjelaskan masyarakat sudah tahu 3M dan seperti apa menuju tatanan adaptasi kebiasaan baru. Tapi bagaimana menjalankan pengetahuan tentang protokol kesehatan sebagai kebutuhan dan kebiasaan ini yang perlu dilakukan. Dan ini, kata Walikota Airin, menjadi tugas besar kita bersama di lapangan agar masyarakat mengubah perilaku dengan terbiasa menerapkan protokol kesehatan.

"Ini PR (pekerjaan rumah) di lapangan agar masyarakat bisa terbiasa. Semoga buku yang disusun ini bisa memudahkan masyarakat dalam menerapkan kebiasaan baru ini," ungkap Walikota Airin yang sore itu memakai kemeja putih lengan panjang dipadu dengan rompi kerja.

Buku Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS mengatakan pihaknya melakukan survei selama empat bulan di masa pandemi. Hasilnya pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 cukup, perilaku baik, tapi dalam implementasinya tidak selalu baik.

Perubahan perilaku terhadap ketaatan protokol kesehatan, kata dr. Joni melalui Zoom, tidak cukup hanya sebatas tahu dan mengerti.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Bogasari Bantu Kembangkan SMK Pusat Keunggulan

Kamis, 22 September 2022 | 16:15 WIB

Lewat Sistem ANBK Pelajar Dituntut Memiliki Kreativitas

Kamis, 22 September 2022 | 11:15 WIB

Anne Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Netizen Bilang Begini

Rabu, 21 September 2022 | 21:17 WIB

Gempa Bumi Garut Selasa Magnitudo 4,0 Terasa di Sukabumi

Selasa, 20 September 2022 | 17:57 WIB
X