Survei: Hanya 30% Warga Kota Bogor Selalu Cuci Tangan Pakai Sabun

- Jumat, 16 Oktober 2020 | 09:55 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya dalam peringatan hari cuci tangan pakai sabun sedunia, Kamis (15/10/2020).
Wali Kota Bogor Bima Arya dalam peringatan hari cuci tangan pakai sabun sedunia, Kamis (15/10/2020).

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan, hasil survei yang dilakukan Pemkot Bogor bersama tim riset Social Resilience Lab Nanyang Technological University Singapore menunjukan, banyak warga Bogor yang belum membiasakan diri cuci tangan dengan baik dan benar.

“Pandemi ini mengharuskan kita menerapkan pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Dari tiga kebiasaan itu yang paling sulit untuk dilakukan atau yang tidak biasa adalah jaga jarak. Yang paling mudah atau paling sering dilakukan menurut warga Bogor adalah pakai masker. Nah cuci tangan ini juga masih banyak yang belum terbiasa,” ungkap Bima Arya, Kamis (15/10/2020).

Berdasarkan hasil survei, 8,1% warga mengaku jarang atau kadang-kadang cuci tangan, 59% sering cuci tangan, dan 30% selalu cuci tangan. 

"Padahal kan kita inginnya yang selalu cuci tangan ini 80%. Jadi PR nya adalah menjadikan cuci tangan ini kebiasaan,” kata Bima.

Menurutnya, kebiasaan cuci tangan pakai sabun dan dengan air mengalir ini harus terus didorong karena data di Kota Bogor menunjukan, keluarga menjadi salah satu klaster penularan yang cukup tinggi.

“Klaster keluarga ini terpapar dari aktivitas di luar rumah. Jadi harus dibiasakan pulang dari kantor atau dari luar cuci tangan pakai sabun, sebelum dan sesudah makan cuci tangan, dan aktivitas lainnya. Karena ini adalah benteng terakhir warga, ya cuci tangan,” katanya.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Kasus Narkotika Mendominasi Sidang di PN Cianjur

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Susur Sungai, Belasan Siswa MTs Tewas Terbawa Arus

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:01 WIB

Pencuri Helm Berkeliaran di Kompleks Pemkab Cianjur

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:40 WIB
X