Pemuda Muhammadiyah Jabar Minta Gelaran Pilkada 2020 Ditinjau Ulang

- Sabtu, 19 September 2020 | 12:14 WIB
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Reza Arfah.
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Reza Arfah.

Memaksakan Pilkada serentak juga merupakan sikap abai terhadap nilai-nilai kemanusiaan, karena mempertaruhkan nyawa manusia demi kepentingan politik.

Pilkada 2020 juga tidak sensitif kemanusiaan karena banyak nyawa yang harus dipertaruhkan,” tambah Reza.

Di akhir, Reza meminta pemerintah mencontoh kelompok civil society seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang memberikan teladan berupa penundaan muktamar karena covid-19 masih belum bisa diatasi.

Penundaan forum terbesar dua organisasi masyarakat Islam tersebut dilakukan demi kesehatan dan keselamatan para peserta muktamar.

“Muhammadiyah dan NU dua ormas Islam terbesar di Indonesia telah legowo menunda kegiatan muktamar karena covid-19 belum mereda. Hal ini menjadi hal yang patut dicontoh bagi semua pihak bahwa mengindari kemudharatan harus didahulukan dibanding meraih kemaslahatan. Hal ini juga merupakan bentuk ikhtiar agar para anggota dan NU Muhammadiyah terhindar dari covid-19,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Cianjur Kekurangan Ratusan Guru dan Nakes

Senin, 29 November 2021 | 19:35 WIB

4 Tuntutan Lengkap Demo Buruh di Gedung Sate

Senin, 29 November 2021 | 15:30 WIB

Ketua PWI Jabar Hadiri Konferensi Wilayah PWI Karawang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:34 WIB

72 Kepala Sekolah SMP Cianjur Dirotasi

Jumat, 26 November 2021 | 12:29 WIB
X