Ini Protokol Kesehatan Bagi Rumah Ibadah di Kota Bogor

- Jumat, 29 Mei 2020 | 08:52 WIB
Ilustrasi jemaah beribadah di Masjid Raya Kota Bogor. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)
Ilustrasi jemaah beribadah di Masjid Raya Kota Bogor. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bogor akhirnya mengeluarkan protokol kesehatan bagi pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah, khususnya masjid.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan masjid-masjid diperkenankan melakukan kegiatan keagamaan dengan syarat pengawasan ketat dari Gugus Tugas dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

“Pemkot bersama-sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), menyepakati untuk merumuskan suatu protokol kesehatan untuk meminimalkan penyebaran (Covid) agar rumah ibadah bisa tetap melaksanakan aktivitas keagamaan,” ujar Bima, Jumat (29/5/2020).

Bima menegaskan, dia sudah menandatangani Surat Edaran Wali Kota tentang kegiatan keagamaan.

"Tetapi pada prinsipnya, seluruh rumah ibadah termasuk juga gereja, vihara, pura, kita minta untuk memberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Jadi, bagi gereja atau masjid dan rumah ibadah lainnya yang siap dengan protokol kesehatan yang ketat, Insyaallah akan diizinkan untuk melakukan kegiatan ibadah secara bersama-sama,” katanya.

Bima mengatakan, masjid yang diperkenankan melakukan kegiatan keagamaan adalah yang mengikuti pedoman-pedoman dalam Surat Edaran.

AYO BACA : 6 Kasus Baru Covid-19 Terkonfirmasi di 5 Kecamatan Kabupaten Bogor

Pengurus DKM bisa mengirimkan permohonan kepada kelurahan untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah kota untuk diputuskan masjid-masjid mana yang bisa diawasi dan diberlakukan ibadah bersama.

Protokol kesehatan bagi rumah ibadah di Kota Bogor antara lain:

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

X