Dana Mencapai Rp100 Miliar, KPK Diminta Awasi Penanggulangan Covid-19 di Cianjur

- Sabtu, 9 Mei 2020 | 17:20 WIB
Ilustrasi KPK.
Ilustrasi KPK.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk turut mengawasi anggaran penanggulanan pandemi Covid-19 di Cianjur Jawa Barat. Diketahui, anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang bernilai Rp100 miliar.

Aktivis Perempuan Cianjur, Suci Fauzi Karenina mengingatkan, agar KPK tidak lengah dalam mengawasi anggaran penanganan Covid-19 di daerah Cianjur. Mantan Ketua Umum Kohati Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Cianjur itu juga meminta agar adanya badan pengawas khusus untuk anggaran Covid-19.

“Bila perlu bentuk satu badan pengawas khusus untuk anggaran Covid-19 yang melibatkan elemen masyarakat yang berintegritas atau organisasi pemuda yang layak dan betul-betul peduli dibawah naungan KPK langsung,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (9/5).

Suci juga meminta agar pemerintah harus melakukan transparansi kepada masyarakat berupa data yang aktual dan matematis, dengan memanfaatkan media informasi yang ada sebaik mungkin. Sehingga masyarakat terbantu sedikit demi sedikit dan mempunyai optimisme dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

AYO BACA : Jerinx SID Sebut Ahmad Dhani Lelaki Manja

"Pemerintah Cianjur juga harus memikirkan bagaimana keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak, terutama dari segi ekonomi yang mulai kesusahan dalam memenuhi kebutuhan, akibat adanya Covid-19, apalagi ditambah adanya PSBB yang diterapkan saat ini," ucap Suci. 

“Tentu saja masyarakat sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah Cianjur, jangan sampai masyarakat disuruh berdiam diri di rumah namun kelaparan,“ tambah dia. 

Suci mengatakan, permasalahan anggaran bukan saja menyangkut nilai materil. "Namun lebih dari itu, bagaimana pemimpin-pemimpin daerah khususnya Cianjur mampu menjaga nilai-nilai moralitas serta kemanusiaan di tengah kesulitan yang dihadapi seluruh elemen masyarakat,“ ujar Suci. 

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwat meminta agar seluruh Pemerintah Daerah agar tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran pengadaan barang dan jasa (PBJ). Mengingat besarnya alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 tersebut, KPK mendorong peran Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) untuk terlibat aktif bersama-sama Pemda.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Cianjur Kekurangan Ratusan Guru dan Nakes

Senin, 29 November 2021 | 19:35 WIB

4 Tuntutan Lengkap Demo Buruh di Gedung Sate

Senin, 29 November 2021 | 15:30 WIB

Ketua PWI Jabar Hadiri Konferensi Wilayah PWI Karawang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:34 WIB

72 Kepala Sekolah SMP Cianjur Dirotasi

Jumat, 26 November 2021 | 12:29 WIB
X