Pemkot Bekasi Jamin Ketersediaan Obat HIV/AIDS

- Jumat, 13 Maret 2020 | 10:44 WIB
Ilustrasi pemeriksaan HIV/AIDS. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi pemeriksaan HIV/AIDS. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan ketersediaan obat ARV untuk Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) aman. Hal ini menanggapi protes Aliansi Muda Mudi bersama ODHA (Ammuba) terkait hal itu.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan, stok obat ARV sangat cukup tersedia bagi ODHA di Bekasi. Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kota Bekasi pun akan rutin mengajukan permintaan obat ARV tiap bulan.

AYO BACA : Dalam 3 Bulan, 10 Orang Terjangkit AIDS di Bandung Barat

“Masih cukup stoknya sampai dua-tiga minggu ke depan. Ini Dinkes juga siap ngajuin lagi,” kata Tri di Plaza Pemkot Bekasi, Jumat (13/3/2020).

Berdasarkan data Dinkes Kota Bekasi, stok obat ARV seperti Tenoforir tersedia 100 botol, Atripla 50 botol, Zidovudin + Lamivudim 450 botol, Nevirapin 100 botol, dan Aluvia 100 botol.

AYO BACA : Obat HIV/AIDS Laku Keras di China, Bisa Sembukan Virus Corona?

Terkait adanya pembatasan pemberian ARV di layanan PDP Kota Bekasi, yang biasanya bisa mengakses obat ARV untuk 1 bulan penuh, saat ini hanya diberikan untuk dua minggu. Hal tersebut dilakukan untuk menstabilkan kebutuhan logistik di tingkat Kota.

“Ini disesuaikan juga dengan permintaan atau permohonan logistik ARV ke Provinsi Jawa Barat. Sudah jelas itu kan rincian dari Dinkes,” ujarnya.

Tri mengimbau pada ODHA di Bekasi agar tetap tenang karena ketersediaan obat ARV masih aman terkendali. Dia juga berpesan agar selalu mengutamakan hidup sehat dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Ada Kades di Cianjur Dituntut Mundur Warganya

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:38 WIB
X