LIPI Temukan 4 Spesies Kumbang Baru

- Rabu, 12 Februari 2020 | 14:47 WIB
Temuan 4 spesies kumbang baru (dok. LIPI)
Temuan 4 spesies kumbang baru (dok. LIPI)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Empat spesies baru kumbang dari genus Epholcis ditemukan di Maluku oleh peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Raden Pramesa Narakusumo, bersama Michael Balke dari Zoologische Staatssammlung Munchen, Jerman. 

Keempat spesies baru tersebut adalah Epholcis acutus, Epholcis arcuatus, Epholcis cakalele, dan Epholcis obiensis. Selanjutnya, satu lectotype yaitu Maechidius moluccanus Moser dipindahkan (synonymy) ke marga Epholcis sebagai Epholcis moluccanus (Moser). 

Publikasi temuan tersebut telah dimuat dalam Jurnal Treubia Vol. 46 yang terbit pada Desember 2019 di Cibinong, 11 Februari 2020. Hingga saat ini tercatat sepuluh spesies Epholcis yang berhasil ditemukan.

Enam di antaranya teridentifikasi pada 1957 oleh Britton di New Queensland dan New South Wales, Australia. Sedangkan empat spesies baru yang ditemukan ini merupakan catatan baru di wilayah Indonesia dan berasal dari Kepulauan Maluku yaitu, Halmahera, Obi, dan Kepulauan Ternate. 

AYO BACA : LIPI Tekankan Pentingnya Puspa dan Satwa dalam Kehidupan Manusia

"Dari bukti ini terlihat kesenjangan utama spesies Epholcis di wilayah Papua karena belum pernah ada laporan sebelumnya. Kemungkinan karena pendeskripsian beberapa spesies Epholcis sebagai Maechidius masih kurang seksama, adanya kemiripan kedua kumbang tersebut dan kurangnya pengumpulan spesimen,” ujar Pramesa di Cibinong, Rabu (12/2/2020).

Pramesa menjelaskan, kumbang Epholcis merupakan serangga malam (nocturnal) yang memakan daun pohon Eucalyptus di Australia dan juga bunga cengkeh (Syzigium sp). 

"Sedangkan di Maluku, keduanya memakan tumbuhan dari familia Myrtaceae,” jelasnya. 

Penamaan keempat spesies baru tersebut didasari oleh ciri fisik seperti acutus yang memiliki arti berujung tajam dari sudut bagian pronotum juga arcuatus yang berarti berbentuk busur dilihat dari bentuk kaki belakang yang melengkung. Sedangkan nama jenis cakalele diambil dari nama tarian tradisional Maluku dan obiensis merujuk pada Pulau Obi sebagai lokasi penemuan.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

BumDes Subang Borong Penghargaan bjb Bungah

Selasa, 7 Desember 2021 | 05:34 WIB

Cianjur Kekurangan Ratusan Guru dan Nakes

Senin, 29 November 2021 | 19:35 WIB

4 Tuntutan Lengkap Demo Buruh di Gedung Sate

Senin, 29 November 2021 | 15:30 WIB

Ketua PWI Jabar Hadiri Konferensi Wilayah PWI Karawang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:34 WIB

72 Kepala Sekolah SMP Cianjur Dirotasi

Jumat, 26 November 2021 | 12:29 WIB
X