Warga dan Ketua RW Geruduk Kantor Desa Panundaan, Ada Apa?

- Senin, 13 Januari 2020 | 16:22 WIB
Masyarakat, tokoh mayarakat, dan Ketua RW se-Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, menggeruduk kantor desa, Senin (13/1/2020) mereka menuntut Kepala Desa Panundaan untuk mundur dari jabatannya. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Masyarakat, tokoh mayarakat, dan Ketua RW se-Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, menggeruduk kantor desa, Senin (13/1/2020) mereka menuntut Kepala Desa Panundaan untuk mundur dari jabatannya. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

CIWIDEY, AYOBANDUNG.COM -- href="https://www.ayobandung.com/tag/Masyarakat">Masyarakat, tokoh mayarakat, dan href="https://www.ayobandung.com/tag/-Ketua-RW"> Ketua RW se-Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, menggeruduk kantor desa, Senin (13/1/2020) mereka menuntut Kepala href="https://www.ayobandung.com/tag/-Desa-Panundaan"> Desa Panundaan untuk mundur dari jabatannya.

Salah seorang ketua RW href="https://www.ayobandung.com/tag/-Desa-Panundaan"> Desa Panundaan, Dedi Supardi, mengatakan, seluruh RW di href="https://www.ayobandung.com/tag/-Desa-Panundaan"> Desa Panundaan merasa tidak percaya dengan kepemimpinan Kades Panundaan.

"Kami para ketua RW mendesak agar Pemkab Bandung untuk menyelesaikan masalah di href="https://www.ayobandung.com/tag/-Desa-Panundaan"> Desa Panundaan. Karena tidak bisa membendung masyarakat yang menginginkan agar Kepala Desa turun dari jabatannya," tutur Dedi.

href="https://www.ayobandung.com/tag/Masyarakat">Masyarakat dan ketua RW se-Desa Panundaan, kata Dedi, mencurigai kades setempat telah menyelewengkan anggaran.

Dedi mencontohkan pada 2017, Desa Panundaan mendapat dana Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Setiap RW seharusnya mendapat dana sebesar Rp1 juta.

"Tapi KRPL yang seharusnya tiap RW mendapat Rp1 juta tidak diberikan," ujarnya.

Pada tahun yang sama, Desa Panundaan mendapat dana pembuatan stempel untuk RW, namun sampai saat ini tidak diberikan oleh kepala desa.

"Pada 2018, ada bantuan untuk pembangunan MCK di RW 16, tapi tidak dilaksanakan," tuturnya.

Selain itu, pada 2018 ada pembangunan jalan tembus dari RW 12 ke RW 14, menurut Dedi, anggaran yang digunakan hanya setengahnya sehingga pembangunan jalan tembus tersebut tidak rampung.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Gowes di Tasik sampai Ciamis demi Pemilu 2024

Sabtu, 14 Mei 2022 | 11:59 WIB
X