Tak Miliki Akta Kelahiran, 33 Anak Tasikmalaya Sulit Lanjutkan Sekolah

- Jumat, 6 Desember 2019 | 07:03 WIB
Ilustrasi anak-anak bermain. (Ayobandung.com/Yulianto Catur Nugroho/Magang)
Ilustrasi anak-anak bermain. (Ayobandung.com/Yulianto Catur Nugroho/Magang)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 33 anak di Kecamatan Salawu dan Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, tidak bisa mendapatkan layanan pembuatan administrasi kependudukan. Mereka juga tidak dapat mengakses sejumlah fasilitas pemerintah.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, anak-anak itu saat ini sedang ditampung dalam satu yayasan di Kecamatan Salawu. Sebagian lagi ada yang sudah berusia SMP dan SMA ditampung di salah satu yayasan di Kecamatan Mangunreja.

"Saat ini mereka krisis identitas karena tidak memiliki akta kelahiran sehingga tidak bisa meneruskan sekolahnya," ujar Ato, Kamis (5/12/2019).

Ato menjelaskan, selain tidak memiliki akta kelahiran, sejumlah anak tersebut tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan tak diketahui kedua orang tuanya. Diketahui, ada dari mereka yang orang tuanya bercera dari pernikahan siri. Ada juga yang pernikahan kedua orang tuanya tak tercatat di KUA karena siri.

"Itu yang kemudian hari ini mereka tidak bisa menikmati dan mengakses fasilitas dari pemerintah seperti PKH, KIS, KIP dan administrasi kependudukan," katanya.

Dengan adanya temuan itu, kata Ato, pihaknya akan segera menindaklanjuti untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) juga Pengadilan Agama Kabupaten Tasikmalaya karena berhubungan dengan isbat nikah.

"Hasil dari pendalaman juga bahwa di Desa Kutrawaringin masih banyak anak-anak yang tidak memiliki akta kelahiran yang diakibatkan oleh orang tuanya menikah tidak dicatatkan KUA. Besok kita akan langsung melakukan komunikasi dengan Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya, supaya persoalan ini bisa ditindaklanjuti," ucapnya.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

X