Kopi Cleng Makan Korban, Dinkes Cianjur Gelar Razia

- Minggu, 1 Desember 2019 | 21:31 WIB
Petugas dari Dinkes Cianjur, Jawa Barat, didampingi petugas dari kepolisian, melakukan razia ke sejumlah apotek dan toko obat yang masih menjual kopi yang mengandung obat tersebut guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat mengkonsumsi kopi untuk penambah stamina itu. (ANTARA News/Ahmad Fikri)
Petugas dari Dinkes Cianjur, Jawa Barat, didampingi petugas dari kepolisian, melakukan razia ke sejumlah apotek dan toko obat yang masih menjual kopi yang mengandung obat tersebut guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat mengkonsumsi kopi untuk penambah stamina itu. (ANTARA News/Ahmad Fikri)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Kesehatan Cianjur melakukan razia dan pengawasan ke sejumlah apotek dan toko jamu terkait penjualan kopi cleng. Kopi tersebut diduga telah mengakibatkan seorang warga Kecamatan Cijati meninggal dunia dan beberapa orang lainnya menjalani perawatan.

"Pengawasan dan razia dilakukan tim dari dinkes, Puskesmas Cijati dan aparat kepolisian. Hasil pengawasan masih ditemukan beberapa apotek dan toko jamu yang menjual kopi yang masuk dalam 22 kopi berbahaya karena mengandung obat di dalamnya," kata Kepala Dinkes Cianjur, Tresna Gumelar di Cianjur Minggu (1/12/2019).

Jauh-jauh hari, ungkap dia, pihaknya melalui tim kesehatan kecamatan, mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi kopi tersebut. Pengawas melakukan razia karena adanya korban dari kopi cleng sampai meninggal dunia.

"Korban kopi cleng tercatat ada tiga orang yang merupakan warga dari Desa Cibodas, Kecamatan Cijati. Informasi yang didapat mereka sempat dirawat di rumah sakit, satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya sudah sembuh dan diperbolehkan pulang," katanya.

Korban meninggal akibat kopi cleng atas nama Ijan Sujana (48) diketahui baru pertama kali mengkonsumsi kopi jenis cleng. Korban mengkonsumsi kopi stamina jenis jreng yang didapat dengan mudah di apotek di wilayah tersebut.

"Beberapa menit setelah mengkonsumsi kopi tersebut, korban mengeluh nyeri di perut dan mulut terasa pahit dan korban sempat mengkonsumsi buah mangga, setelah itu korban mengeluh seluruh tubuh panas, dada nyeri, dan wajah tampak terlihat memerah," katanya.

Mendapati hal tersebut, pihak keluarga memanggil menantunya yang berprofesi sebagai perawat, setelah dipasang infus dan dirujuk ke RSUD. Selang satu hari mendapat perawatan secara intensif, korban dinyatakan meninggal dunia.

"Kami mengimbau warga tidak mengkonsumsi kopi cleng agar tidak ada lagi korban jiwa. Kami menggencarkan sosialisasi melalui puskesmas, tidak hanya di Cijati dan Kadupandak, tapi di setiap wilayah," katanya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Hukum, dan Hubungan Masyarakat RSUD Cianjur, Diana Wulandara Cahaya, mengatakan ada dua pasien yang diduga korban kopi cleng yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Isak Tangis Warnai Pemakaman Korban Bentrokan Ormas

Senin, 27 September 2021 | 21:33 WIB

Longsor Terjang Rumah Warga di Galeong Tasikmalaya

Senin, 27 September 2021 | 15:08 WIB

Kantin Sekolah di Cianjur Dilarang Buka, Ini Alasannya

Senin, 27 September 2021 | 12:12 WIB

Jawa Barat Diklaim Sudah Bebas dari Zona Oranye

Jumat, 24 September 2021 | 22:27 WIB
X