Peringati Hari Santri, ASN Pemprov Jabar Kenakan Sarung dan Peci

- Selasa, 22 Oktober 2019 | 13:33 WIB
ASN Pemprov Jabar mengenakan pakaian muslim untuk memperingari Hari Santri, Selasa (22/10/2019). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)
ASN Pemprov Jabar mengenakan pakaian muslim untuk memperingari Hari Santri, Selasa (22/10/2019). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Ada pemandangan berbeda dari biasanya di lingkungan kantor pemerintahan Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Selasa (22/10/2019). Nuansa pakaian serba putih nampak dominan dikenakan seluruh ASN yang masuk kerja hari ini.

Para wanitanya mengenakan pakaian muslim putih-putih, begitupun para pria-nya yang nampak mengenakan baju koko putih dipadu dengan sarung. Usut punya usut, pakaian muslim tersebut merupakan pakaian yang diinstruksikan untuk dikenakan para ASN di lingkungan Pemprov Jabar dalam menyambut Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2019.

AYO BACA : UU Pesantren Jadi Kado Istimewa di Hari Santri

Instruksi tersebut termaktub dalam Surat Edaran Nomor 003.3/70/Yanbangsos yang ditandatangani Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum tentang Hari Santri Nasional di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Isinya menyatakan imbauan untuk mengenakan pakaian atasan koko dan bawahan sarung serta peci nasional bagi ASN laki-laki dan pakaian muslim bagi ASN perempuan di lingkungan Pemprov Jabar dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

AYO BACA : Sambut UU Pesantren, Pemprov Jabar Wacanakan Perda

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pemakaian busana muslim bernuansa nasional di Hari Santri ini akan terus dilakukan di lingkungan Pemprov Jabar dan Pemerintah Kabupaten/Kota pada tahun-tahun berikutnya.

"Iya, tiap Hari Santri akan kami koordinasikan. (Akan diimbau) tiap setahun sekali," ungkap Emil, sapaan akrabnya ketika ditemui selepas upacara peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Gasibu Bandung, Selasa (22/10/2019).

Tak hanya para ASN, para tamu undangan dari berbagai lembaga yang hadir pada upacara peringatan tersebut juga diminta memakai pakaian muslim serupa. Upacara ini turut dihadiri oleh ratusan santri dan perwakilan pengurus sejumlah Pondok Pesantren di Jawa Barat. Rangkaian upacara ditutup oleh Pawai Santri dari Lapangan Gasibu menuju Jalan Banda, Citarum, Masjid Istiqomah, dan sekitarnya hingga kembali ke Gedung Sate. 
 

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Gempa M 5,3 Guncang Pangandaran, Berpotensi Tsunami?

Jumat, 28 Januari 2022 | 02:40 WIB

RZ-Warbaks Tantang Kaum Muda Jadi Pengusaha Berdaya

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:17 WIB
X