BMKG: Waspada Hujan Deras dan Puting Beliung Selama Pancaroba

- Rabu, 2 Oktober 2019 | 17:21 WIB
Ilustrasi -- Sejumlah wilayah di Kota Bandung diguyur hujan lebat, pada Senin (18/2/2019). (Faqih Rohman/ayobandung.com)
Ilustrasi -- Sejumlah wilayah di Kota Bandung diguyur hujan lebat, pada Senin (18/2/2019). (Faqih Rohman/ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, Kota Bandung dan sebagian besar daerah di Pulau Jawa tengah memasuki musim pancaroba, peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan untuk Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan dimulai pada November 2019 dan mengalami puncaknya pada Januari 2020.

Kepala Bidang Layanan Informasi Cuaca BMKG Pusat, Ana Oktavia Setiowati mengatakan meskipun saat ini rentang waktu musim Pancaroba sulit untuk diprediksi, namun pada Oktober ini, dapat dikatakan Pulau Jawa dan sekitarnya tengah memasuki pancaroba. Untuk itu, terdapat beberapa kondisi yang perlu diwaspadai.

AYO BACA : BMKG: Musim Hujan Kota Bandung Diprediksi Awal November

"Kalau dulu Juli-Agustus sudah pancaroba, sekarang tidak menentu. Tapi karena awal musim hujan terjadi di November, maka Oktober adalah pancaroba. Di rentang musim itu, masyarakat mulai perlu waspada," ungkapnya ketika ditemui selepas mengisi materi pada FGD Gerakan Tanah 2019 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Auditorium Geologi, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (10/2/2019).

Hal yang perlu diwaspadai, dia mengatakan, di antaranya adalah kemunculan-kemunculan hujan lebat hingga angin puting beliung. Respon dan kondisi tiap daerah ketika menghadapi perubahan cuaca tersebut juga berbeda-beda.

"Pada rentang waktu musim pancaroba, yang perlu diwaspadai adalah hujan lebat, angin kencang hingga puting beliung. Hal ini patut diwaspadai karena perubahan kondisi cuaca sangat drastis dan cepat. Indonesia cuacanya sangat lokal," ungkapnya.

AYO BACA : Kenali Kriteria Daerah Rawan Longsor di Jabar Jelang Musim Hujan

Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, dia mengatakan, BMKG saat ini mulai bergerak memberikan informasi berbasis dampak dengan memanfaatkan peta kerentantan yang dimiliki Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Informasi yang dihasilkan meliputi tingkat kerentanan tiap daerah di tingkat kecamatan terhadap curah hujan yang turun di kawasan tersebut.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Kasus Narkotika Mendominasi Sidang di PN Cianjur

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:00 WIB
X