Insentif Guru Ngaji di Bogor Naik

- Senin, 22 Juli 2019 | 18:41 WIB
Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menyerahkan insentif bagi 269 guru ngaji se-Kecamatan Bogor Timur, Senin (22/7/2019). (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)
Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menyerahkan insentif bagi 269 guru ngaji se-Kecamatan Bogor Timur, Senin (22/7/2019). (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)
<p> p><p><strong>BOGOR, AYOBANDUNG.COM --strong> Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menyerahkan insentif bagi 269 guru ngaji se-Kecamatan Bogor Timur. Penyerahan itu dilakukan di Aula Kecamatan Bogor Timur, Jalan Pajajaran, Senin (22/7/2019).p> <p><strong>AYO BACA : strong>p><p>Selain di Bogor Timur, penyerahan insentif serupa juga akan dilakukan di setiap kecamatan yang ada di Kota Bogor dengan jumlah guru ngaji yang mencapai ribuan.<strong> strong>Ade mengatakan, orang-orang yang sudah tulus dan mengikhlaskan diri serta waktunya untuk mengajar ngaji ini patut diberikan apresiasi.p> <p><strong>AYO BACA : strong>p><p>“Pemkot Bogor menyisihkan sebagian anggaran untuk kepentingan insentif guru ngaji. Sebelumnya hanya Rp50 ribu per bulan, tahun lalu naik jadi Rp75 ribu per bulan. Sekarang naik lagi jadi Rp100 ribu per bulan dan diberikan setiap 6 bulan sekali,” ujar Ade.p> <p>Ade Sarip mengungkapkan, nominal uang yang diberikan untuk insentif ini memang tidak besar, tapi Pemkot Bogor dirasa perlu untuk mengapresiasi orang-orang yang sudah berjasa dalam pembentukan akhlak kepada anak-anak melalui mengaji.p> <p>“Kota Bogor bermimpi untuk menjadikan kota yang ramah keluarga, bermimpi menjadi kota yang masyarakatnya madani. Semua itu bisa terwujud manakala masyarakatnya punya sikap dan perilaku yang baik. Punya pandangan hidup yang benar, menjadi masyarakat yang bertaqwa. Ketika itu yang jadi rujukan, maka alquran yang harus dipedomani. Dan para guru ngaji inilah yang punya andil besar dalam membentuk akhlak generasi muda,” jelasnya.p> <p>Dia menambahkan tidak hanya menaikan insentif kini fasilitas lain yang juga Pemkot Bogor berikan adalah BPJS Ketenagakerjaan. “Jadi kalau kader posyandu, Ketua RT/RW, Ketua LPM, sudah dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan kaitan dengan risiko kerja, ingin juga guru ngaji ini dikerjasamakan BPJS. Nah, tahun ini sudah dimulai,” kata Ade.p><p><strong>AYO BACA : strong>p>

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

X