Sekolah ‘Gemuk’, Lab, Perpustakaan Dan Lainnya Dipakai Kelas

- Sabtu, 11 Juli 2015 | 15:44 WIB
DAFTAR:Salah satu orang tua siswa sedang menerima surat kelulusan di salah satu SMAN. PPDB 2015 ini SMA Negeri kegemukan siswa. (danny/ayobandung)
DAFTAR:Salah satu orang tua siswa sedang menerima surat kelulusan di salah satu SMAN. PPDB 2015 ini SMA Negeri kegemukan siswa. (danny/ayobandung)

 

Bandung- Kebijakan untuk menambah kuota membuat sekolah akhirnya menjadi ‘gemuk’, yakni jumlah siswa melebihi kuota yang disediakan, akhirnya sekolah pun terpaksa menggunakan semua ruang kosong untuk pembelajaran. Bahkan SMAN 21 Bandung menerapkan moving class.

Hampir seluruh SMAN di Kota Bandung memang akhirnya mengalami ‘kegemukan’ kecuali SMAN 3 Bandung. “Awalnya kuota penerimaan siswa baru berjumlah 314, karena permasalahan kelas kebijakan yang berkembang di dalam PPDB, maka kami juga akhirnya nambah kuota dan memadatkan jumlah siswa di kelas juga memadatkan kelas diatasnya,” ujar Humas SMAN 21 Bandung, Erni Suherni yang ditemui reporter ayobandung.com di sekolahnya.

 Ia menyebutkan memadatkan kelas 11 dan kelas 12 yang awalnya berjumlah 19 kelas menjadi 17 kelas dan sisa kelasnya diggunakan untuk kelas 10. Selain itu, untuk menanggulangi kepadatan siswa, “Kami menggunakan kurikulum 13, maksudnya setiap kegiatan belajar mengajar tidak harus di kelas. Siswa dituntut kreatif sehingga perlu ruang terbuka ataupun mobile melalui perpustakaan, internet di lab multimedia, dan lain-lain,” tuturnya.

Dijelaskannya caranya yakni dalam belajar tertentu seperti olahraga, TIK, dan beberapa lainya, dalam proses belajar digabung menjadi 2 kelas dalam satu pelajaran dan satuguru .

“Laboratorium pun pasti digunakan untuk ruang belajar, kecuali bila ada praktek maka Lab akan di kosongkan dan digunakan untuk praktik, setelah itu maka kembali lagi menjadi ruang belajar,” akunya.

Ia memaparkan laboratorium yang digunakan yakni Lab Fisika dan Lab Kimia. “Bila moving class maka semua Lab akan digunakan untuk proses .belajar mengajar,” tuturnya.

“Nantinya dalam pelajaran tertentu seperti bahasa Indonesia, ppkn, guru bisa menyuruh siswa satu kelas untuk masuk dan mencari reverensi di perpustakaan.  Disampin itu kami dapat informasi dari Pihak pemerintah akan memberikan bantuan ruang kelas baru, kami harapkan secepat mungkin,” harapnya.

Hal yang sama terjadi di SMAN 26 Bandung, salah satu panitia PPDB Haris menyebutkan kuota di SMA N 26 awalnya kurang lebih 230, “Sekarang menjadi 2 kali lipat. Bila dihitung perkelas ada 13 kelas, sedangkan ruangan belajar ada 24 kelas,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Yatti Chahyati

Tags

Terkini

Ketua PWI Jabar Hadiri Konferensi Wilayah PWI Karawang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:34 WIB

72 Kepala Sekolah SMP Cianjur Dirotasi

Jumat, 26 November 2021 | 12:29 WIB

Buruh Cianjur Lumpuhkan Jalan Raya Bandung

Selasa, 23 November 2021 | 11:35 WIB

Adakah WNA di Cianjur Bermasalah? Ini Kata Imigrasi

Senin, 22 November 2021 | 19:57 WIB
X