9 Kesalahan Kebijakan Walkot dalam PPDB Versi BMPS

- Jumat, 10 Juli 2015 | 18:31 WIB
ilustrasi (ppdb.bandung.go.id)
ilustrasi (ppdb.bandung.go.id)

 

Meskipun Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) sudah ditutup, bukan berarti tak menyisakan permasalahan apapun. Pasalanya Ketua Bandung Badan Musyawarah Perguan Swasta(BMPS) Kota Bandung, Said Sediohadi menegaskan jika PPDB kali ini justru yang paling parah selama pelaksanaan PPDB di Kota Bandung.

“Ini adalah kebijakan PPDB yang terparah, bahkan sepanjang pelaksanaan PPDB di Kota Bandung,” ujar mantan Kepsek SMAN 9 Bandung ini, yang ditemui di kantornya Jalan Galunggung, Jumat(10/7/2015).

Bahkan Said menyebutkan sudah merangkum 9 kesalahan dalam kebijakan PPDB yang dilakukan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Berikut kebijakan yang dinilainnya banyak merugikan warga:

1. Adanya pembukaan PPDB jalur non akademis namun siswa belum dinyatakan lulus dari sekolahnya. Terutama SKTM yang belum jelas ukurannya, akibatnya terjadi over kuota karena semua orang bisa dengan mudah membuat SKTM.

2.Wali Kota memutuskan diterimanya semua siswa yang mendaftar menggunakan SKTM, akibatnya akademis terambil oleh jalur SKTM atau afirmasi ini dan akhirnya dibebankan ke akademis.

3. Verifikasi data afirmasi sangat meresahkan dan mempengaruhi psikologi siswa karena Wali Kota meminta pihak kepolisian turun tangan untuk memverivikasi.

4. Wali Kota menyebutkan ada kekosongan 1600 kursi dalam PPDB namun kenyataan di lapangan tidak pernah ada pihak yang menyatakan berapa sebetulnya jumlah SKTM yang mundur itu. Apalagi pihak kepolisian juga tidak pernah menegaskan menemukan hingga ribuan SKTM bodong.

5.Emil selalu mengambil kebijakan tiba-tiba dan berdalih pleno bersama para pejabat  bahkan kadang melibatkan pihak kepolisan, kejati, TNI , dan lainnya. Padahal semua yang akan melaksanakan di lapangan adalah sekolah namun mereka sangat minim keterlibatannya termasuk keterlibatan Kabid, Kadisdik dan kepala sekolah.

Halaman:

Editor: Yatti Chahyati

Tags

Terkini

Ketua PWI Jabar Hadiri Konferensi Wilayah PWI Karawang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:34 WIB

72 Kepala Sekolah SMP Cianjur Dirotasi

Jumat, 26 November 2021 | 12:29 WIB

Buruh Cianjur Lumpuhkan Jalan Raya Bandung

Selasa, 23 November 2021 | 11:35 WIB

Adakah WNA di Cianjur Bermasalah? Ini Kata Imigrasi

Senin, 22 November 2021 | 19:57 WIB
X