Terlalu, Polres Temukan Alamat SKTM adalah Rumah Pegawai Telkom

- Kamis, 2 Juli 2015 | 16:47 WIB
ilustrasi (danny/ayobandung)
ilustrasi (danny/ayobandung)

 

Bandung- Kalau ternyata temuan Polrestabes ini benar adanya, maka benar-benar keterlaluan kelakuan warga Bandung ini. Pasalnya Kepala Polrestabes Bandung, Kombes Angesta Romano Yoyol menyebutkan jika pihaknya menemukan alamat orang tua siswa yang mendaftar PPDB melalui SKTM adalah rumah pegawai Telkom.

“Salah satu contoh adalah rumah di Jalan Kubangsari 12 RT 06 RW 06 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, rumah dua tingkat bergaya minimalis modern ini ternyata milik pegawai Telkom,” paparnya dalam pertemuan dengan Walikota, Kepala Sekolah dan seluruh camat serta lurah di Kota Bandung, Kamis(2/7/2015).

Bukan hanya itu, Kapolrestabes juga mengungkap temuan investigasi yang telah dilakukan oleh pihaknya langsung ke rumah pengaju SKTM. Hasilnya, kendaraan bermotor dan rumah layak yang dijumpai. 

Namun ternyata beberapa lurah mengaku jika hal itu tidak dilakukan, bahkan merasa disudutkan sebagai pihak yang paling bertanggungjawab terkait terbitnya SKTM palsu, Riri salah satu perwakilan Lurah akhirnya angkat bicara.

Wanita yang menjabat sebagai Lurah Caringin ini meminta tidak hanya kewilayahan yang memiliki kewajiban untuk mengunjungi rumah pengaju SKTM untuk mengecek kebenaran data yang diberikan.

"Saya kaget kenapa sampai ada polisi. Tapi saya berpikiran positif saja. Menurut saya, jangan cuma Lurah yang ngecek, sekolah juga punya kewajiban verifikasi  dong. Karena masuk atau tidaknya kan yang memutuskan sekolah," akunya.

Sementara itu, Yoyol mengatakan pasal-pasal  yang berkaitan dengan pemalsuan SKTM itu di antaranya adalah Pasal 263 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara 8 tahun penjara, Pasal 266 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, Pasal 368 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara hingga  paling tinggi adalah Pasal 45 (3) UU ITE dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp2 miliar.

"Kita lihat nanti gimana peran masing-masing. Sebelum menerbitkan SKTM, lurah harus ngecek apa yang disampaikan RT RW. Nanti bisa kita lihat, mana yang memalsukan data. Apakah data dari awal dipalsukan atau ditengah jalan supaya anaknya bisa masuk ke sma yang dituju dengan mudah," kata Kapolrestabes.

Halaman:

Editor: Yatti Chahyati

Tags

Terkini

Ketua PWI Jabar Hadiri Konferensi Wilayah PWI Karawang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:34 WIB

72 Kepala Sekolah SMP Cianjur Dirotasi

Jumat, 26 November 2021 | 12:29 WIB

Buruh Cianjur Lumpuhkan Jalan Raya Bandung

Selasa, 23 November 2021 | 11:35 WIB

Adakah WNA di Cianjur Bermasalah? Ini Kata Imigrasi

Senin, 22 November 2021 | 19:57 WIB
X