Yamaha

Warga Wuhan Kini Dilarang Konsumsi Hewan Liar

  Kamis, 21 Mei 2020
Ilustrasi -- Seorang presenter Cina memakan daging kelelawar. (YouTube/Bell Nathaniel Sanchez)

WUHAN, AYOBANDUNG. COM -- Pemerintah kota Wuhan, Cina, telah melarang warganya untuk berburu dan memakan hewan liar. Larangan ini merupakan bentuk antisipasi gelombang kedua wabah virus Corona dan pandemi lain di masa depan.

Menyadur The Hill, Pemerintah Wuhan telah mengumumkan kebijakan itu pada Rabu (20/5/2020). Konsumsi dan perburuan hewan liar kini terlarang di kota dengan populasi 11 juta orang tersebut.

Pemerintah Kota Wuhan kini hanya mengizinkan perburuan untuk tujuan-tujuan tertentu yang praktiknya disetujui oleh pemerintah.

AYO BACA : 11 Juta Warga Wuhan Akan Dites Massal Covid-19 dalam 10 Hari

"Penelitian ilmiah, regulasi populasi, pemantauan penyakit epidemi, serta keadaan khusus lainnya," tulis laporan CBS dikutip dari The Hill, Kamis (21/5/2020).

Selain pelarangan berburu, pemerintah kota Wuhan juga akan membatasi peternakan hewan liar. Para petani akan dilarang membiakan hewan non-ternak semacam kelelawar.

Bahkan, pemerintah Cina secara nasional telah menekan kebijakan itu pada bulan lalu. Pada Jumat (15/5/2020), Provinsi Hunan telah mengumumkan rencana kompensasi untuk membujuk petani menjual ternak mereka.

AYO BACA : Sebulan Bebas Covid-19, Wuhan Kembali Laporkan 1 Kasus Baru

Spesialis kebijakan Humane Society International (HSI) Cina, Peter Li mengapresiasi tindakan pemerintah. Dia menilai Cina kini tampak lebih serius tentang menghentikan perdagangan hewan eksotis.

"Dalam 20 tahun terakhir, banyak orang mengatakan kepada pemerintah Cina untuk membeli operasi pembiakan satwa liar tertentu," kata Li.

"Ini adalah pertama kalinya pemerintah Cina benar-benar memutuskan untuk melakukannya," ungkapnya.

AYO BACA : Donald Trump Klaim Punya Bukti Covid-19 Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE