Yamaha

Singapura Siapkan 3 Fase Pelonggaran Lockdown Mulai Juni

  Rabu, 20 Mei 2020
Ilustrasi lockdown Covid-19. (Ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Kesehatan Singapura berencana mencabut karantina wilayah dan lockdown secara bertahapĀ mulai 1 Juni 2020.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kementerian Kesehatan Singapura menyampaikan, dalamĀ fase pertama, negara itu akan membuka sektor perekonomian secara terbatas.

Dilansir Anadolu Agency, Singapura akan mencabut lockdown pada 1 Juni mendatang dengan langkah-langkah akan secara bertahap diangkat dalam 3 fase mulai hari berikutnya. Namun demikian, para lansia diminta untuk tetap di rumah.

"Setiap orang dapat meninggalkan rumah hanya untuk kegiatan penting, dan harus mengenakan masker melakukannya," tulis Kementerian Kesehatan Singapura pada Selasa (19/5/2020) malam.

AYO BACA : Jackie Ying, Profesor Muslim Singapura Penemu Rapid Test Cepat Covid-19

Selama pencabutan lockdown ini, Kementerian akan terus memonitor tingkat infeksi harian.

Jika penularan antara warga tetap rendah dan infeksi di antara pekerja asing dapat terkendali, maka Singapura memasuki fase kedua dengan dimulainya kembali kegiatan secara bertahap.

"Pada fase kedua ini, kami berharap kegiatan sosial skala kecil dapat berjalan kembali," ujar Kementerian.

Hal ini, ditandai, lebih banyak pusat bisnis yang dapat berjalan kembali, termasuk tempat fitness dan tempat perkuliahan.

AYO BACA : Banyak Jenis Industri di Singapura akan Punah Akibat Corona

Selanjutnya, kata Kementerian, Singapura akan memasuki fase ketiga dengan mengizinkan kembali para lansia untuk beraktivitas sambil tetap menjalankan social distancing dan menghindari tempat-tempat keramaian.

Pada fase ini, lanjut Kementerian, bioskop dan klub malam akan kembali beroperasi sejauh mereka tetap dapat menjaga keamanan. Kementerian juga mengatakan negaranya pada fase ini negaranya juga akan membuka perbatasannya dari dan keluar Singapura.

Pada Selasa, Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 451 kasus Covid-19 baru. Kementerian menyampaikan sebagian besar kasus berasal dari pemegang izin kerja yang tinggal di asrama pekerja asing.

Sedangkan, satu kasus berasal dari warga Singapura atau permanent resident. Singapura adalah negara dengan infeksi Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara dengan 28.794 kasus dengan 22 kematian, berdasarkan data John Hopkins University.

AYO BACA : Orang Terkaya di Singapura Tambah Kaya Berkat Ventilator

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE