Yamaha

Cara Mengurus Jenazah Pasien Covid-19 menurut Fatwa MUI

  Rabu, 08 April 2020
[Ilustrasi] Virus corona. (Pixabay)

Tata cara pengurusan jenazah pasien Covid-19 tercantum dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 angka 7.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa mengenai cara mengurus jenazah yang meninggal akibat virus corona Covid-19.

Tata cara pengurusan jenazah ini tercantum dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 angka 7.

Fatwa ini bisa menjadi pedoman masyarakat muslim Indonesia mengurus jenazah Covid-19 sesuai ajaran Islam dengan memperhatikan keselamatan sekitar.

Adapun fatwa MUI tentang pengurusan jenazah Covid-19 berbunyi sebagai berikut:

"Pengurusan jenazah (tajhiz al-jana'uz) yang terpapar Covid-19, terutama dalam memandikan dan mengafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat.

Sedangkan untuk menyalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar covid-19".

Majelis Ulama Indonesia juga telah merilis pedoman mengurusi jenazah covid-19 seperti langkah memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan.

Memandikan jenazah covid-19

1.    Jenazah dimandikan tanpa harus dibuka pakaiannya;

2.    Petugas wajib berjenis kelamin yang sama dengan jenazah yang dimandikan atau dikafani;

3.    Jika petugas yang memandikan tidak ada yang berjenis kelamin sama, maka dimandikan oleh petugas yang ada, dengan syarat jenazah dimandikan tetap memakai pakaian. Jika tidak, maka ditayamumkan;

4.    Petugas membersihkan najis (jika ada) sebelum memandikan;

5.    Petugas memandikan jenazah dengan cara mengucurkan air secara merata ke seluruh tubuh;

6.    Jika pertimbangan ahli yang terpercaya bahwa jenazah tidak mungkin dimandikan, maka dapat diganti dengan tayamum sesuai ketentuan syariah yaitu dengan cara:

a.    Mengusap wajah dan kedua tangan jenazah minimal sampai pergelangan dengan debu;

b.    Untuk kepentingan perlindungan diri saat mengusap, petugas tetap menggunakan APD;

c.    Jika menurut pendapat ahli yang terpercaya bahwa memandikan atau menayamumkan tidak mungkin dilakukan karena membahayakan petugas, maka berdasarkan ketentuan darurat syar’iyah, jenazah tidak dimandikan atau ditayamumkan.

Mengafani jenazah covid-19

1.    Setelah dimandikan atau ditayamumkan, atau karena keadaan darurat syar'iyah tidak dimandikan atau ditayamumkan, maka jenazah dikafani dengan menggunakan kain yang menutup seluruh tubuh dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah yang aman dan tidak tembus air untuk mencegah penyebaran virus dan menjaga keselamatan petugas;

2.    Setelah pengafanan selesai, jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah yang tidak tembus air dan udara dengan dimiringkan ke kanan sehingga saat dikuburkan jenazah menghadap ke arah kiblat;

3.    Jika setelah dikafani masih ditemukan najis pada jenazah, maka petugas dapat mengabaikan najis tersebut.

Menyalatkan jenazah covid-19

1.    Disunnahkan menyegerakan salat jenazah setelah dikafani;

2.    Dilakukan di tempat yang aman dari penularan Covid-19;

3.    Dilakukan oleh umat Islam secara langsung minimal satu orang. Jika tidak memungkinkan, boleh disalatkan di kuburan sebelum atau sesudah dimakamkan. Jika masih tidak dimungkinkan, boleh disalatkan dari jauh dengan salat ghaib;

4.    Pihak yang menyalatkan wajib menjaga diri dari penularan covid-19.

Menguburkan jenazah covid-19

 

1.    Dilakukan sesuai dengan ketentuan syariah dan protokol medis

2.    Dilakukan dengan cara memasukkan jenazah bersama petinya ke dalam liang kubur tanpa harus membuka peti, plastik, dan kafan

3.    Penguburan beberapa jenazah dalam satu liang kubur dibolehkan karena keadaan darurat sebagaimana diatur dalam ketentuan Fatwa MUI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Pengurusan Jenazah Dalam Keadaan Darurat.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE