Yamaha

Risiko Kanker Tenggorokan Meningkat Jika Minum Air Panas?

  Selasa, 07 April 2020   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Kanker. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah studi dalam International Journal of Cancer sudah menemukan bukti bahwa mengonsumsi minuman panas berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker kerongkongan.

"Banyak orang menikmati minum teh, kopi atau minuman panas lainnya. Namun, laporan kami menunjukkan minuman panas bisa meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Karena itu, Anda disarankan untuk menunggu minum panas menjadi dingin sebelum menegaknya," ujar Dr Farhad Islami dari American Cancer Society, mengutip cbsnews.com.

Penelitian ini melibatkan 50.000 orang usia 40 hingga 75 tahun selama 10 tahun. Hasil analisis menemukan 317 orang mengembangkan kanker kerongkongan.

Kanker kerongkongan ini terjadi pada tabung yang menghubungkan tenggorokan dan lambung. Kanker jenis ini terbilang penyakit yang mematikan.

Para peneliti menemukan bahwa minum 700 mililiter, yaitu sekitar 3 cangkir per hari atau lebih pada suhu yang lebih tinggi (60 derajat Celsius) berkaitan dengan risiko kanker kerongkongan 90 persen lebih tinggi, dibandingkan orang yang minum lebih dingin atau di bawah suhu itu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengeluarkan temuannya bahwa minum air sangat panas dalam bentuk apapun dapat meningkatkan risiko kanker. Mereka membuat klasifikasi bahwa minuman panas bersifat karsinogenik bagi manusia.

Lalu, bagaimana hubungan minuman panas dengan kanker tenggorokan?

Konsumsi minuman panas dapat melukai tenggorokan yang menimbulkan sensasi seperti terbakar. Setelah orang minum air panas, melansir Himedik.com, suhu di dalam tenggorokan akan meningkat sekitar 6 hingga 12 derajat Celcius.

Kondisi ini dapat menyebabkan tenggorokan terbakar dan merusak jaringan tenggorokan. Meskipun tenggorokan dilapisi sel skuamosa yang merupakan sel jaringan ikat sama seperti sel di permukaan kulit, saat sel-sel itu terkena air panas, maka sel akan terluka.

Sebenarnya sel yang terluka ini akan cepat pulih. Namun, itu bakal terjadi mutasi gen yang menyebabkan terbentuknya jaringan tumor baru.

Tumbuhnya jaringan tumor itulah yang menyebabkan kanker tenggorokan. Hal sama juga bakal terjadi kalau sel-sel yang melapisi permukaan kulit terbakar berkali-kali.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar