Yamaha

2.000 Pekerja Migran Diperkirakan Mudik Lebaran ke Indramayu

  Selasa, 07 April 2020   Erika Lia
Ilustrasi mudik Lebaran. (dok. Ayobandung.com)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 2.000 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu diprakirakan kembali ke kampung halaman menjelang Ramadan dan Idulfitri ini.

Selain kehabisan kontrak kerja, kepulangan sebagian dari mereka demi menghindari pandemi Covid-19 di negara tempatnya bekerja.

"Jumlah PMI yang akan mudik menjelang puasa dan lebaran diperkirakan 2.000 orang," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Sri Wulaningsih, Selasa (7/4/2020).

Sejauh ini, rata-rata 800-1.000 PMI dari Indramayu telah pulang kampung setiap bulannya. Sebagian besar dari mereka berasal dari Kecamatan Juntinyuat dan Sliyeg.

"Mereka pulang karena menghindar dari pandemi Covid-19 di negara tempat bekerja, juga ada yang kontrak kerjanya sudah habis," jelasnya.

PMI yang sudah pulang, lanjutnya, harus menjalani pemeriksaan di bandara ketibaan. Di sana, mereka pun disemprot cairan disinfektan.

Untuk mencegah pandemi di kampung halaman, pihaknya meminta setiap PMI melakukan monitoring atau isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka tak dibolehkan keluar rumah selama 14 hari sejak kedatangan.

Untuk itu, dia mengaku, telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun desa. Upaya yang diberlakukan bagi PMI pun dinilainya efektif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indramayu.

"Efektif karena sampai sekarang tak ada PMI yang kena Covid-19," ujarnya.

Dia meyakinkan, setiap keluarga PMI rata-rata melaporkan kepada kepala desa dan camat ihwal pelaksanaan imbauan monitoring mandiri itu.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Deden Bonni Koswara mengungkapkan, imbauan monitoring mandiri belum sepenuhnya dijalankan para pemudik, termasuk PMI.

"Imbauan ini (monitoring/isolasi mandiri) terus terang belum baik dilaksanakan oleh masyarakat," bebernya terpisah.

Menurutnya, masyarakat kebanyakan masih abai terhadap penyebaran SARS-CoV-2 sebagai penyebab penyakit menular koronavirus 2019 (Covid-19).

Sementara, sampai sekarang belum ada sanksi bagi pengabai social distancing. Karenanya, imbuh dia, dibutuhkan pendekatan oleh seluruh elemen masyarakat, mulai tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan, maupun organisasi kemasyarakatan lain.

Dari data pihaknya, PMI asal Indramayu datang dari sejumlah negara, seperti Taiwan, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Hongkong. Tak ada pemeriksaan kondisi kesehatan di negara asal terhadap para PMI.

"Dalam rapat dengan BNP2TKI, kami minta data PMI yang mau pulang. Kami ingin mempersiapkan diri untuk skrining awal saat mereka masuk ke Indramayu," tuturnya.

Skrining awal dipandang sebagai salah satu upaya meretas penyebaran virus.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE