Yamaha

2 Jenis Olahraga yang Disarankan Saat Karantina Pandemi Corona

  Jumat, 03 April 2020
Olahraga. (Pixabay)

SLEMAN, AYOBANDUNG.COM – Saat pandemi corona Covid-19, ada 2 jenis olahraga yang bisa dilakukan.

Olahraga sendiri bisa meningkatkan daya tahan tubuh sebagai benteng menghadapi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Pakar Kedokteran Olahraga Universitas Gadjah Mada, Zaenal Muttaqin Sofro, mengatakan, banyak olahraga yang dapat dilakukan di rumah. Dia menuturkan, pada prinsipnya terdapat dua jenis olahraga.

"Ada neural excercise atau olahraga persarafan untuk menjaga kesehatan, dan physical excercise atau olahraga fisik untuk menjaga kebugaran, olah raga tersebut bisa dilakukan di rumah," kata Zaenal, Kamis (2/4/2020).

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan ala Dokter Taiwan

Dia menjelaskan, olahraga persarafan diwujudkan dengan tiga cara yakni pernapasan, vokalisasi, dan postur. Olahraga pernapasan bisa dilakukan dengan senam pernapasan seperti senam tera dan yoga.

Lalu, vokalisasi antara lain dengan bersenandung, membaca Alquran dan lain-lain. Sedangkan, postur dapat ditempuh dengan cara seperti melakukan senam taichi maupun gerakan salat.

Zaenal menilai, olahraga pernapasan ini dapat dilaksakan kapan saja dan di mana saja. Dengan melakukan olahraga pernapasan secara rutin, hal itu bisa membuat tubuh sehat dan meminimalisasi stres.

"Saat ini kita kan dianjurkan menjalani physical distancing, berdiam diri di rumah. Karenanya, sangat tepat melakukan olahraga persarafan yang bisa dilakukan kapanpun," ujar Zaenal.

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) itu menuturkan, olahraga fisik bisa dilakukan untuk membuat badan tetap bugar beraktivitas harian. Libatkan otot besar, sifatnya ritmis dan berkelanjutan.

Ketika melakukan olahraga fisik, dianjurkan untuk tidak dilakukan secara berlebihan dengan intensitas tinggi. Dia mengingatkan, kondisi itu bisa menganggu kesehatan.

"Banyak physical exercise yang justru mengganggu kesehatan karena over training, maka harus benar-benar mengacu FITT principle yakni frequency, intensity, time, and type," kata Zaenal.

Frekuensi olah raga fisik dapat dilakukan 3-5 kali per pekan, intensitas sedang dan durasi 30-45 menit. Jenis olahraga yang bisa dipilih seperti jalan cepat, joging, bersepeda statis, senam, dan berenang.

AYO BACA: Bacaan Qunut Nazilah, Doa Menangkal Malapetaka

AYO BACA:  Ini Bentuk Virus Corona Jika Diperbesar 2.600 Kali?

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

Sebelum memulai, jangan lupa pemanasan dan diakhiri pendinginan. Tidak kalah penting jaga hidrasi agar selalu tercukupi, minum 30 menit sebelum dan sesudah olahraga agar mengganti cairan tubuh yang ke luar lewat keringat.

Lalu, jika ingin olahraga di luar ruangan saat pandemik Covid-19, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit dan direkomendasikan tetap jaga jarak aman.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE