Yamaha

Dalam Sepekan, ODP Covid-19 Kabupaten Bandung Meningkat

  Senin, 30 Maret 2020   Mildan Abdalloh
[Ilustrasi] Petugas medis membawa pasien saat simulasi ke Ruang Isolasi Khusus Kemuning Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jumat (6/3/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM --  Dalam sepekan, orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Bandung meningkat beberapa kali lipat.

Hal tersebut berdasarkan data dari situs resmi informasi corona baru Pemkab Bandung http://covid19.bandungkab.go.id/.

Pada Selasa (24/3/2020), Ayobandung mencatat ODP Covid-19 Kabupaten Bandung baru 161 orang. Sebanyak 49 di antaranya selesai pemantauan dan 11 masih dipantau.

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan ala Dokter Taiwan

Sebanyak 25 merupakan Pasien dalam Pengasasan (PDP) dan 3 orang dinyatakan positif. Dari 25 PDP, 8 dinyatakan negatif, 3 positif, 11 masih dirawat dan menunggu hasil lab dan 6 orang meninggal dunia sebelum hasil lab keluar.

Berdasarkan data yang diunggah dalam situs http://covid19.bandungkab.go.id/ pada 30 maret, ODP Covid-19 Kabupaten Bandung meningkat menjadi 606 orang. Sebanyak 135 di antaranya selesai pemantauan dan 471 orang masih dalam pemantauan.

Sementara itu, PDP Covid-19 Kabupaten Bandung menjadi 34 orang. Sebanyak 13 di antaranya dinyatakan negatif, 19 masih menunggu hasil lab, dan 6 meninggal dunia sebelum keluar hasil tes. Kemudian, 3 orang positif Covid-19, 2 di antaranya meninggal dunia dan seorang sembuh.

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

Belum diketahui peningkatan ODP dan PDP Covid-19 Kabupaten Bandung tersebut merupakan hasil rapid tes Sabtu (28/3/2020) atau bukan. Pihak terkait belum bisa dihubungi. Beberapa kali Ayobandung.com mencoba menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana, namun tidak diangkat, pesan singkat yang dikirim pun tidak dibalas.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar