Yamaha

Pulang Merantau, 244 Warga Tasikmalaya Lakukan Swakarantina di Rumah

  Jumat, 27 Maret 2020   Irpan Wahab Muslim
Ilustrasi warga melakukan swakarantina untuk menghindari penyebaran corona. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Sedikitnya 244 warga di 15 desa di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, yang baru pulang dari perantauan, melakukan swakarantina atau isolasi mandiri di rumahnya masing-masing dengan dipantau oleh Tim Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah.

Namun meski masuk data orang yang baru pulang dari wilayah transmisi lokal atau luar daerah, mereka belum dinyatakan status Orang Dalam Pantauan (ODP).

Ketua Tim Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah Nono Yuhana menjelaskan, informasi data sementara sebanyak 244 warga di Kecamatan Cipatujah yang beredar baru sebatas data masyarakat yang baru pulang dari wilayah transmisi lokal atau luar daerah belum dinyatakan statusnya ODP.

244 warga itu tersebar di antaranya di Desa Bantarkalong ada 20 orang dengan satu orang disertai ada keluhan. Desa Sindangkerta ada 14 orang, dengan satu orang disertai keluhan. Desa Ciandum 25 orang dengan satu orang disertai keluhan. Desa Nagrog sebanyak 8 orang dengan satu orang disertai keluhan.

Kemudian, Desa Cikawungading ada 19 orang, Desa Kertasari 5 orang dengan empat orang disertai keluhan, Desa Darawati sebanyak 27 orang dengan dua orang disertai keluhan, Desa Padawaras 11 orang, Desa Cipatujah 19 orang, Desa Sukahurip 5 orang.

Selanjutnya, Desa Pameutingan ada 16 orang dengan dua orang disertai keluhan, Desa Ciheras ada 14 orang dengan satu orang disertai keluhan, Desa Tobongjaya ada 18 orang dengan dua orang disertai keluhan, Desa Nangelasari ada 28 orang dengan empat orang disertai keluhan, dan Desa Cipanas ada 15 orang dengan dua orang disertai keluhan.

AYO BACA : ODP Covid-19 di Tasikmalaya Bertambah, Mayoritas Perantau yang Pulang

"Mereka itu baru pulang dari daerah transmisi dengan di dalamnya ada 21 orang yang disertai keluhan batuk dan pilek ringan belum masuk status ODP. Pihak Puskesmas menyarankan ke 244 untuk tinggal di rumah atau isolasi mandiri, " ucap Nono melalui sambungan telepon, Kamis (26/3/2020).

Nono menjelaskan, keseluruhan warga Cipatujah yang pulang dari luar daerah, tidak semuanya pulang dari daerah yang masuk transmisi atau yang termasuk zona merah sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Nono menegaskan, bahwa tim satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah belum menyatakan ke 244 warga Cipatujah tersebut status ODP. Sementara yang disertai keluhan baru sebatas batuk dan pilek ringan.

"Masih dipantau selama isolasi mandiri 14 hari di rumah. Dan dianjurkan konsultasi via telepon dan WhatsApp dengan Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah," ujar Nono.

Nono menambahkan rencananya mulai Kamis (26/3/2020) besok, Tim Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah akan melakukan rapat koordinasi untuk mengambil langkah dan tindakan selanjutnya, dengan memastikan siapa saja dari ke-244 warga tersebut yang gejalanya mendekati ke Covid-19.

"Besok baru ada keputusan, termasuk memastikan kemungkinan dari 244 warga ada yang masuk status ODP, atau bahkan ada warga yang statusnya meningkat meningkat menjadi PDP," ungkap dia.

AYO BACA : Masyarakat Bandel, Pemkot Tasik Ancam Lockdown

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah Yayan Siswandi mengatakan data sementara warga Cipatujah yang pulang dari wilayah transmisi lokal asal Desa Padawaras ada 11 orang.

weyh3y321y6

Menurut Yayan, kepulangan 11 warganya tersebut variatif ada yang baru pulang dari Jakarta, Bekasi dan daerah lainnya. Ada juga yang pulang dari daerah yang tidak masuk zona merah penyebaran virus Covid-19 atau Corona.

"Saya komunikasi sama mereka lewat WA, saya berikan saran agar mereka yang baru pulang dari kota, tidak dulu keluar rumah. Kalau memang tidak ada kepentingan yang urgen," kata Yayan.

Menurut Yayan, apabila dalam kurun waktu sebelum 14 hari ada gejala-gejala virus Corona seperti yang disampaikan oleh pemerintah pusat atau pihak medis, maka harus segera lapor ke desa. Nanti pihak desa akan berkomunikasi dengan pihak puskesmas.  

 

Catatan Redaksi: 
Bila Anda merasakan gejala awal Covid-19, untuk memastikannya atau untuk mengetahui informasi perihal virus ini bisa mengakses nomor hotline Dinas Kesehatan Jabar di 0811-2093-306 atau Emergency Kesehatan: 119.

AYO BACA : Pusat Keramaian di Tasikmalaya Disemprot Disinfektan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar