Yamaha

Otak Pelaku Pencurian Masker Ternyata Ditakuti di RS Pagelaran

  Kamis, 26 Maret 2020   Muhammad Ikhsan
Para tersangka pencurian masker di RS Pagelaran, di Mapolres Cianjur. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Cerita ditakutinya sosok ISF di Rumah Sakit Pagelaran maupun di daerah Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur sudah menjadi rahasia umum. Walaupun akhir cerita berujung di tahanan Mapolres sebagai tersangka utama pencurian puluhan ribu masker.

Informasi yang dihimpun Ayobandung.com dari berbagai narasumber, beberapa cerita mengenai hebatnya ISF ini di antaranya, dianggap mampu melengserkan Direktur Rumah Sakit Pagelaran dengan segala jurus konflik.

Meski ada seorang direktur, ISF ini mampu memasukan pegawai dengan status honorer ke RS Pagelaran, tentu saja dengan imbalan. Sehingga jaringannya di rumah sakit begitu kuat, karena banyak karyawan yang berhutang jasa.

AYO BACA : Ribuan Masker Dicuri dari Gudang Farmasi RS Pagelaran Cianjur

Direktur Utama RSUD Pagelaran, dr Awie Darwizar membenarkan jika selama ini ada penambahan pegawai walaupun sebatas honorer tapi tanpa persetujuannya.

“Saya juga kurang mengerti, intinya ada penambaham pegawai tanpa seizin saya sebagai pimpinan. Bahkan sempat ramai dan saya dituduh memecat pegawai tanpa alasan,” ujar Direktur Utama RSUD Pagelaran, dr Awie Darwizar pada Ayobandung.com, Kamis (26/3/2020).

Hal ini diperkuat keterangan Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Niki Ramdhany, tersangka utama ini merupakan orang lama di rumah sakit, ditambah lagi sebagai ketua organisasi masyarakat.

AYO BACA : Pencuri Puluhan Ribu Masker di RS Pagelaran Cianjur Ternyata Oknum Pegawai

“Dia punya kuasa tersendiri di rumah sakit, selain senior, dia juga ketua ormas. Bahkan bahkan banyak memasukan pegawai, meski statusnya honorer,” ujarnya.

Karena punya kuasa penuh di rumah sakit, ISF ini memiliki akses mudah masuk ke Gudang Farmasi RS Pagelaran. Bahkan Satpam bisa diperintahkan untuk mematikan CCTV, agar bisa leluasa mencuri masker yang saat ini memang banyak dibutuhkan dengan harga tinggi sebagai alat pelindung diri dari wabah virus Corona.

“ISF ini dibantu dua tenaga honorer R dan Y leluasa masuk ke gudang farmasi mengambil masker ratusan dua dengan beberapa kali pengambilan,” tuturnya.

Saat mengungkap dan menemukan pelaku pencurian, petugas lumayan kesulitan mencari informasi dan petunjuk, karena mereka takut dan menilai kalau ISF ini kebal hukum.

“Meski sulit, kami kasih pengertian dan pemahaman, akhirnya kami bisa tangkap ISF dengan tiga pelaku lainnya,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 363 dan 480 KUHP, ancaman hukuman 7 tahun penjara.

AYO BACA : Pegawai RS Pagelaran Curi Masker untuk Foya-foya, Kapolres Cianjur Geram

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar