Yamaha

Penggunaan Gas Melon di Purwakarta Meningkat Selama Social Distancing

  Kamis, 26 Maret 2020   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi gas elpiji 3 kg. (dok. Ayobandung.com)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wabah virus corona berdampak terhadap kondisi ekonomi. Banyak warga khawatir ke luar rumah dan pemerintah pun mengeluarkan kebijakan agar masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah.

Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat, tidak kecuali kebutuhan memasak seperti elpji 3 kilogram.

Di Kabupaten Purwakarta misalnya, konsumsi gas melon meningkat cukup signifikan. Meskipun belum terjadi kelangkaan, namun sejumlah warga mengaku membutukan lebih banyak bahan bakar untuk memasak dibanding hari-hari sebelumnya.

Bahkan, mereka memilih untuk menyetok gas bersubsidi tersebut lebih dari satu untuk persediaan.

AYO BACA : 8 Peserta Musda HIPMI Jabar Jadi ODP Covid-19 di Purwakarta

"Ya iya lah pak, sekarang banyak Ibu-ibu yang harus intens memasak di rumah. Biasanya saya memasak sehari dua kali, sekarang jadi tiga kali. Belum lagi yang lain-lain, seperti anak mau ngemil, daripada beli mending buat sendiri cemilannya," ujar Jainab (45) warga Desa Cijantung, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Kamis (26/3/2020).

Pada intinya, lanjut dia, tingkat penggunaan gas elpiji meningkat dari sebelumnya. Sehingga ia memutuskan membeli tabung baru sebagai stok persediaan.

"Kalau ada cadangan tabung isi kan keluar rumah lebih terbatasi, beda dengan hanya memiliki satu tabung, ketika habis harus langsung beli lagi," kata dia.

Sementara itu, saat dihubungi terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta Wita Gusrianita mengatakan, kondisi kebutuhan pokok masyarakat saat ini masih bisa dikatakan normal.

AYO BACA : RSUD Bayu Asih Penuh, Purwakarta Kerahkan 5 RS Swasta Tangani Covid-19

Namun menurutnya tidak menutup kemungkinan bakal adanya peningkatan konsumsi kebutuhan pokok akibat banyak warga yang beartivitas di dalam rumah. 

Apalagi, saat ini seluruh akitivitas pelajar mengajar di sekolah diliburkan untuk menghindari penularan virus corona.

"Sementara ini kondisi masyarakat baik-baik saja. Belum ada permintaan kebutuhan pokok yang melonjak. Termasuk juga elpiji, kondusinya masih normal,"ujar Wita.

Mengenai kebutuhan elpiji yang meningkat hingga adanya pembelian tabung baru yang dilakukan banyak ibu-ibu untuk persediaan di rumah, Wita mengaku belum mendapat laporan.

"Jika demikian pasti ada lonjakan kebutuhan. Tapi mudah-mudahan masyarakat menggunakan kebutuhan pokok sewajarnya saja," kata Wita.

AYO BACA : 1 PDP Covid-19 di Purwakarta Dinyatakan Positif

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar