Yamaha

Ada Pasien Positif Corona Tanpa Gejala, Apa Penyebabnya?

  Rabu, 25 Maret 2020   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Virus corona. (Pixabay)
JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Sejumlah orang yang terjangkit virus corona baru atau SARS-CoV-2 tak memiliki gejala sama sekali. 
 
Menurut pakar Dr William Schaffner, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Vanderbilt dan penasihat lama untuk CDC, penularan dari seseorang tanpa gejala (asimptomatik) merupakan faktor utama penyebaran di masyarakat.
Mengapa sebagian orang menjadi pembawa tanpa gejala?
 
Menurut seorang profesor virofisika di Ryerson University, Catherine Beauchemin, alasannya berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi.
 
Dalam beberapa kasus, gejala yang dialami orang adalah akibat dari virus, sementara yang lain disebabkan oleh respons sistem imun tubuh terhadap virus ketika mencoba melawannya. Jadi, bukan karena virus itu sendiri.
 
"Dalam kasus Covid-19, virus corona baru menginfeksi sel yang terlibat dalam sirkulasi oksigen, dikenal sebagai sel alveolar," kata dia pada Inverse.
 
Dia melanjutkan, reseptor pada permukaan sel membuatnya menjadi inang yang ideal untuk virus. Artinya, hal ini dapat memengaruhi kemampuan dalam mengambil oksigen.
 
"Inilah sebabnya salah satu gejala paling umum dari virus corona saat ini adalah sesak napas, dan mengapa dokter menguji kadar oksigen dalam darah pasien untuk memastikan adanya infeksi," tuturnya.
 
Di sisi lain, batuk dan demam yang berhubungan dengan SARS-CoV-2 ini adalah tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berusaha melawan virus.
 
"Jadi begitu infeksi terdeteksi, respons kekebalan Anda muncul, seperti sejumlah besar tentara muncul dan ada kombinasi sel-sel inflamasi dan pensinyalan sel. Dan ini semua adalah respons imunmu," kata Beauchemin.
 
Jika Anda adalah pembawa asimptomatik, virus telah menginfeksi sel-sel Anda, kecuali:
 
1. Reaksi sistem imun terlalu lama (dan gejala akan muncul terlambat);
2. Sistem imun telah melawan infeksi sehingga tidak menunjukkan gejala;
3. Infeksi sangat ringan dan tidak cukup untuk melibatkan respons sistem imun yang kuat.
 
"Bayangkan virus sebagai penjajah yang mengulur serangan mereka. Jika penjajah muncul dalam satu waktu, dan Anda muncul lebih awal saat hanya ada satu atau dua orang penjajah, Anda dapat mengalahkan mereka."
 
"Tetapi ketika gagal memerhatikan Anda sedang diserang dan kemudian saat Anda muncul sudah ada 2000 penjajah, Anda harus membawa pasukan lebih banyak untuk mendorong mereka semua mundur, dan dengan ini, Anda kemungkinan akan bergejala," katanya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar