Yamaha

2 Warga Kabupaten Bandung Barat Positif Covid-19

  Rabu, 25 Maret 2020
[Ilustrasi] Petugas medis membawa pasien saat simulasi ke Ruang Isolasi Khusus Kemuning Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jumat (6/3/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dua orang warga Kabupaten Bandung Barat dinyatakan positif terjangkit virus corona Covid-19.

Satu di antaranya meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Sementara itu, satu orang lainnya tengah dirawat di salah satu rumah sakit namun tidak dijelaskan di rumah sakit mana.

"Kalau data update, jumlah nanti saya kasih link-nya ya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Hernawan, seperti diberitakan Republika.co.id, Rabu (25/3/2020).

Berdasarkan situs Pusat Informasi dan Komunikasi Covid-19 Kabupaten Bandung Barat, Rabu (25/3/2020) dini hari disebutkan jumlah positif Covid-19 sebanyak dua orang. Satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya tengah dirawat.

Sebanyak 85 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), 56 orang masih dipantau, dan 29 orang telah dipantau. Kemudian pasien dalam pengawasan berjumlah satu orang dan telah pulang dalam kondisi sehat.

Dia mengatakan, penyebaran virus corona di Kabupaten Bandung Barat berdasarkan keterangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berasal dari klaster Lembang, Bandung Utara. Menurutnya, di Lembang terdapat kegiatan keagamaan di salah satu hotel pada 3 hingga 6 Maret 2020.

Sebelum kegiatan tersebut, katanya salah seorang warga yang positif korona mengikuti kegiatan di Bogor pada tanggal 28 hingga 29 Februari. Menurutnya, diperkirakan yang bersangkutan terpapar di sana.

Setelah kejadian tersebut, Hernawan mengatakan, telah melakukan penyemprotan disinfektan ke hotel tersebut termasuk di rumah-rumah pegawai hotel. Selain itu, pihaknya terus melakukan tracing terhadap orang-orang yang melakukan kontak.

Terkait mereka yang pernah berkontak dengan warga yang positif korona tersebut dan berstatus ODP atau PDP bisa melakukan isolasi di rumah sakit atau di rumah, tidak melakukan kontak erat dan menjaga jarak.

"Di rumah sakit (isolasi) apabila perlu penanganan medis sebab rumah sakit membeludak. Kalau masih tidak perlu alat bantu bisa saja di rumah," katanya.

Namun, Hernawan sendiri tidak menyebutkan secara pasti jumlah warga yang mrlakukan kontak dengan pasien positif korona di Lembang.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar