Yamaha

Jantung Sering Berdebar Setelah Makan, Apakah Berbahaya?

  Sabtu, 14 Maret 2020
[Ilustrasi] Jantung berdebar setelah makan. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Seseorang mungkin pernah mengalami jantung yang berdetak terlalu cepat setelah makan. Apakah hal itu berbahaya?

Kondisi ini cukup menakutkan, tetapi bukan merupakan sesuatu yang serius dan membahayakan. Kondisi itu sendiri disebut palpitasi jantung.

Sebagian besar kasus, palpitasi jantung disebabkan oleh stres dan kecemasan karena terlalu banyak mengonsumsi kafein, nikotin, dan alkohol.

Dalam kasus yang jarang terjadi, jantung berdebar bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius. Segera temui dokter ketika jantung berdebar diikuti dengan sesak napas, pusing, sakit dada dan pingsan.

Hubungan palpitasi jantung dengan makanan

Penyebab pasti palpitasi jantung sendiri sulit diketahui. Namun, beberapa orang mengalaminya setelah makan berat yang kaya karbohidrat, gula, maupun lemak.

Bahkan konsumsi makanan dengan banyak nitrat maupun natrium juga bisa menyebabkan palpitasi jantung.

Jika jantung berdebar setelah mengonsumsi makanan tertentu, bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh sensitivitas makanan. Jika iya, Anda bisa mencatat makanan apa saja yang dikonsumsi dan reaksinya pada tubuh.

Dengan begitu Anda akan mengetahui makanan apa saja yang menyebabkan palpitasi jantung.

Anda juga bisa mengunjungi dokter untuk melakukan tes fisik dan tes darah demi mengetahui penyebabkan jantung berdebar. Biasanya palpitasi jantung tidak membutuhkan perawatan serius jika masih tergolong ringan atau sering datang dan pergi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE