Yamaha

Masyarakat Indonesia Menghadapi Corona

  Jumat, 13 Maret 2020   Netizen Diksi Paisal, STr. Kes
[Ilustrasi] Virus Corona. (Pixabay)

AYOBANDUNG.COM -- Masuknya virus korona ke wilayah Indonesia akhir-akhir ini suka atau tidak membuat kegemparan sendiri pada masyarakat Indonesia. Hal ini juga merupakan bagian dampak dari berita-berita yang secara simpang siur beredar di berbagai media. Sebenarnya, tujuan pemberitaan itu masih ingin memberitakan tentang virus tersebut dengan jelas, namun perkembangan berita selanjutnya tampak memperlihatkan kepanikan yang makin meluas mengenai virus tersebut di Indonesia.   

Baru-baru ini, juru bicara Kementerian Kesehatan RI menginformasikan melalui sebaran media bahwa sudah ada 6 Warga Negara Indonesia yang dinyatakan positif Covid-19.

Pemeriksaan suspect pasien virus corona dilakukan dengan serangkaian pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan teknik metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genom Sekuensing sehingga dapat dinyatakan positif Covid-19.

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI pun menyatakan bahwa 2 di antaranya Warga Negara Indonesia yang positif Covid-19 itu mempunyai riwayat kegiatan sebelumnya kontak langsung dengan penderita Warga Negara Jepang.

Setelah kita mengetahui adanya warga negara Indonesia yang dinyatakan positif Covid-19, masyarakat semakin banyak membicarakan virus ini serta menambah perasaan khawatir mengenai dampak dari perkembangan virus ini semakin banyak virus ini dibicarakan oleh setiap orang.

AYO BACA : 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

Mekanisme Virus Corona

Kementerian Kesehatan RI mengemukakan bahwa Novel Coronavirus (2019-nCoV) merupakan kategori virus baru yang dapat menyebabkan penyakit pada pernapasan manusia. Novel Coronavirus ini masih 1 keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS, dan seperti kita ketahui virus ini berasal dari Wuhan, Cina. Pada umumnya, pasien yang terpapar Novel Coronavirus memilki gejala klinis, seperti demam disertai batuk dan pilek bahkan mengalami kesulitan bernapas, sakit tenggorokan, hingga keadaan badan terasa letih dan lesu.

Berbagai cara penularan virus corona bisa melalui ketidaksengajaan menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk pasien, bersentuhan atau berjabat tangan dengan mereka, menyentuh benda yang terkena cairan air liur pasien sehingga setelahnya kita tidak sadar memegang mulut atau hidung sendiri tanpa sebelumnya mencuci tangan terlebih dulu.

Dengan berbagai cara penularan di atas, sebenarnya virus corona dapat dicegah melalui upaya pencegahan yang tentunya sangat mudah dilakukan sehari-hari dan dapat diterapkan pada diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Cara ini sangat baik dilakukan karena dapat meningkatkan dan mempertahankan imunitas yang kuat dalam tubuh kita.

Mempertahankan Imunitas

AYO BACA : 4 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Menurut WHO

Pada dasarnya mempertahankan imunitas tubuh dapat berdampak terhadap kondisi tubuh yang setiap saat dapat melawan segala virus dan penyakit didalam tubuh. Pencegahan masuknya virus corona ke tubuh kita juga relatif mudah untuk dilakukan, yaitu dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun dan bilas dengan air mengalir, pergunakanlah masker bila batuk atau pilek, mengonsumsi makanan gizi seimbang dengan memperbanyak asupan buah dan sayur, berhati-hati kontak langsung dengan hewan, rajin teratur berolahraga dan tentunya istirahat yang cukup. Juga perlu diperhatikan agar tidak mengonsumsi daging yang masih mentah yang tidak dimasak dengan matang dan jika mengalamai batuk, pilek dan sesak napas segeralah ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Peran Kita Semua

Penanggulangan virus corona yang sudah masuk ke Indonesia memerlukan antisipasi dari banyak pihak, mulai dari masyarakat umum, pemerintah, dinas terkait, dalam hal ini dinas kesehatan. Data terbaru tentang virus corona di Indonesia sudah seharusnya bersumber pada data valid yang dipublikasikan oleh pihak relevan, dalam hal ini adalah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau dinas perwakilannya di wilayah masing-masing.

Selain itu, kita diharapkan tetap tenang, tidak ada halangan untuk beraktivitas sehari-hari, tidak perlu merasa khawatir, merasa cemas, dan ketakutan secara berlebihan serta jangan menyalahgunakan serta menyalahartikan tentang virus corona ini dengan upaya-upaya yang berlebihan.

Upaya tersebut di atas dilakukan oleh segelintir orang dengan tujuan tertentu. Sangat disayangkan melihat masih banyak oknum yang memanfaatkan celah peristiwa merebaknya virus corona di Indonesia untuk mengambil keuntungan bagi mereka. Hal ini menimbulkan banyak masalah baru, seperti panic buying memborong banyak barang, contohnya masker dan pembersih tangan praktis, sehingga menjadikan ladang bisnis baru dengan  meraup keuntungan tinggi, lalu memasok persediaan bahan pokok makanan sehari-hari dalam jumlah banyak seolah-olah mereka nanti akan dikarantina karena tidak bisa melakukan aktivitas di luar. Hal tersebut sangatlah tidak tapat untuk dilakukan, karena virus corona ini bukan menjadi ajang untuk memenuhi untuk kepentingan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain.

Pada akhirnya, dalam perspektif tenaga kesehatan, masyarakat perlu diingatkan untuk   tidak melakukan kegiatan yang berlebihan, tidak perlu merasakan panik dan ketakutan yang berlebihan sehingga menganggu aktivitas sehari-hari. Selanjutnya, masyarakat diharapkan untuk selalu menerapkan pola hidup yang sehat sebagai upaya pencegahan terhadap virus corona dengan cara yang telah ditentukan.

“Sehat itu milik kita bersama, berawal dari pencegahan, dan mudah dilakukan.”

Diksi Paisal,  STr. Kes, Praktisi Kesehatan dan Penggiat Komunitas Sekolah Damai Indonesia Bandung.

AYO BACA : Dokter Ungkap Cara Mencegah Tertular Virus Corona

Netizen : Diksi Paisal, STr. Kes

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar