Yamaha

Populer karena Corona, Harga Jahe di Indramayu Capai Rp50.000

  Selasa, 10 Maret 2020   Erika Lia
Ilustrasi minuman jahe yang dipercaya bisa tangkal corona. (Pixabay)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Teori yang menyebut rempah-rempah khas Indonesia sebagai perisai penangkal serangan virus corona membuat sejumlah tanaman terkait populer di tengah masyarakat. Kepopuleran itu memicu kenaikan nilainya di pasaran.

Sebutlah jahe dan temulawak. Di pasar tradisional di Kabupaten Indramayu, salah satunya, harganya kini naik.

Meski selama ini telah dikenal berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, merebaknya virus corona membuat publik lebih sadar diri. Jahe pun kini lebih banyak diburu.

Saat ini, jahe dihargai Rp50.000 per kilogram atau naik dari sebelumnya Rp35.000 per kilogram. Kenaikan harga dialami pula jahe merah yang menjadi Rp65.000 per kilogram dari harga awal Rp50.000 per kilogram.

"Temulawak juga naik, sekarang Rp20.000 per kg dari Rp8.000 per kg," ungkap seorang pedagang, Opik.

AYO BACA : Harga Jahe di Purwakarta Melonjak 100%, Dampak Corona?

Menurutnya, belakangan permintaan jahe dan temulawak meningkat. Peminatnya kini bahkan meluas setelah virus corona mewabah.

Dia menyebutkan, sebelumnya pembeli jahe dan temulawak sebatas penjual jamu. Kalaupun ada konsumen yang membeli di luar itu, jumlahnya pun sedikit dan hanya untuk tambahan bumbu saja.

"Dulu sih cuma penjual jamu, sekarang semua orang beli," ucapnya.

Sekalipun permintaan tinggi, dia mengaku ketersediaan jahe dan temulawak terbilang melimpah sehingga aman di pasaran. Opik sendiri memperoleh barang dagangannya dari pasar induk di Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

"Di pasar induknya sana, barangnya (jahe dan temulawak) banyak sih, jadi aman stoknya," ujar dia.

AYO BACA : Ini 5 Alasan Anda Harus Mulai Konsumsi Jahe Setiap Pagi

Sementara itu, sejumlah kaum ibu mengaku belakangan rajin memelototi resep olahan jahe, baik melalui buku maupun internet dan televisi.

Hartati misalnya, seorang ibu beranak tiga di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, tak jarang membuat minuman olahan jahe yang diperolehnya dari internet untuk disajikan bagi keluarganya.

"Supaya keluarga sehat, daya tahan tubuh terjaga. Musim sekarang, banyak penyakit, apalagi virus Corona yang bikin saya khawatir," ungkapnya kepada Ayocirebon.com, Selasa (10/3/2020).

Setelah merebaknya virus Corona di Indonesia, dia mencemaskan kondisi kesehatan keluarganya di tengah publik. Dia terutama resah terhadap interaksi anak-anaknya di sekolah.

Dia mengaku tak membekali diri anak-anaknya dengan masker karena sulit memperolehnya di toko dan apotek. Karena itu, menjaga daya tahan tubuh dari dalam menjadi andalannya.

"Nggak beli masker, jadi bikin minuman jahe saja karena katanya bisa mencegah virus masuk tubuh," ujarnya.

AYO BACA : Begini Cara Mengolah Herbal Antivirus Menurut Ahli

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar