Yamaha

Diam 60 Detik, Cara Ampuh Mengontrol Emosi

  Sabtu, 07 Maret 2020   Nur Khansa Ranawati
[Ilustrasi] Marah karena tak bisa mengontrol emosi. (Unsplash)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ketika kita tengah mengalami berbagai perasaan yang intens, hal tersebut dapat berpengaruh pada perilaku. Bila sedang dilanda kesal dengan rekan kerja, kerap muncul hasrat untuk berdebat di depan banyak orang.

Bila merasa cemas di situasi sosial tertentu, ada dorongan yang membuat kita ingin menghindari situasi tersebut sejauh mungkin.

Psikolog Klinis asal New York, Amerika Serikat, Amelia Aldao mengatakan, emosi yang intens tersebut dapat mengintervensi kemampuan kita dalam melihat permasalahan secara utuh. Oleh karena itu, kemampuan meregulasi emosi menjadi hal yang sangat penting.

Sebagaimana dilansir dari Psychology Today, Sabtu (7/3/2020), Aldao mengatakan, terdapat satu cara yang cukup mudah untuk menghindarkan diri dari konsekuensi negatif perilaku kita saat luapan emosi muncul. Salah satunya dengan menunggu selama 60 detik sebelum melakukan apapun.

"Hal ini cukup sederhana. Tunggulah sejenak, beri jeda. Jangan lakukan apapun," ungkapnya.

Secara umum, Aldao mengajak kita tidak mengikuti dorongan yang diberikan oleh emosi. Jangan mengirim pesan singkat berisi kemarahan, jangan serta-merta menolak permintaan tempat kerja, jangan tolak permintaan teman atau pasangan untuk bertemu, dan sebagainya.

"Cobalah untuk merasakan sensasi emosi yang muncul tanpa melakukan apapun. Bagaimana nafasmu? Bagaimana degupan jantungmu? Apakah Anda bergetar? Tidak bisa bergerak? Dan cobalah juga untuk mengidentifikasi perasaan yang Anda alami; apakah Anda merasa marah? kecewa pada diri sendiri?" kata dia.

Apabila hal tersebut sulit dilakukan, aturlah timer di ponsel. Atur waktu selama 60 detik. Selama menunggu, rasakan emosi dan pikiran yang hadir di dalam diri.

Setelah 60 detik, pada umumnya intensitas emosi berkurang. Mungkin tidak hilang sama sekali, tetapi tidak menjadi hal yang dapat memicu Anda untuk bertindak merugikan. Alasannya sederhana, emosi datang dengan cepat dan hilang dalam waktu yang tidak lama pula.

Bila Anda memerlukan waktu lebih dari 60 detik, tak mengapa. Durasi waktu 2 menit atau 5 menit bisa jadi lebih ampuh bagi sebagian orang. Hal terpenting adalah menemukan cara yang paling baik bagi diri sendiri. Prinsipnya adalah semakin sanggup menunda aksi dan berdiam diri dengan merasakan emosi, semakin cepat Anda memperoleh kontrol kembali terhadap diri.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE