Yamaha

Sangat Terobsesi pada Tokoh Idola, Apa Dampaknya pada Mental?

  Jumat, 06 Maret 2020   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Sangat terobsesi kepada idola. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Tidak sedikit orang yang sangat terobsesi kepada tokoh idolanya. Mereka rela melakukan beragam cara untuk bertemu dengan idolanya. Bahkan ada juga yang merasa kecewa dan sedih jika melihat idolanya menjalin asmara dengan wanita pilihannya.

Apakah fenomena tersebut normal? Lalu apa pengaruhnya terhadap kesehatan seseorang?

Perasaan cinta, kagum, dan semacamnya merupakan luapan emosi yang bisa memulihkan seseorang dari kondisi tersedih dalam hidupnya. Tetapi jika perasaan tersebut malah mengundang emosi negatif seperti cemas, marah, atau takut maka hal tersebut bisa dikatakan obsesi.

Tidak hanya pada tokoh idola, seseorang juga bisa memiliki obsesi terhadap benda seperti makanan, pekerjaan atau hal lain. Seorang psikolog intuitif, bernama Dr Carmen Harra, Ph.D menuturkan, jika seseorang terobsesi dengan menebarkan cinta, tetap saja tidak boleh ada tindakan atau pikiran yang mengarah kalau kita hanya hidup untuknya.

Dapat disimpulkan obesesi adalah hal negatif meskipun itu didasari dengan cinta. Hal ini karena ketika diri sudah dikuasai perasaan obsesi, dia akan melemahkan kesenangan dan mengambil semua kemauan dalam hidup.

Setiap orang memiliki kekuatan obsesi yang berbeda. Jika obsesi masih dalam tahap ringan, maka kita masih bisa mengendalikan diri dan bisa bekerja seperti biasa. Tetapi jika obsesi sudah berada dalam tahap intens, pikiran hanya akan fokus pada objek obsesi kita.

Kita akan lupa segala hal. Lupa waktu karena sibuk melihat sosial media idola. Lupa makan, lupa tidur, sehingga akan mengganggu aktivitas harian yang bukan tidak mungkin bisa mengganggu kesehatan.

Nah, sekarang sudah tahu kan bahwa obsesi berlebihan itu tidak wajar dan tidak baik untuk hidup bahkan kesehatan kamu. Jadi, sukai idolamu sewajarnya saja ya, jangan sampai terobsesi karena kamu punya hidupmu sendiri.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE