Yamaha

Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Tertahan, Menag Pastikan Jadwal Ulang

  Sabtu, 29 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
ilustrasi. (unsplash)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Selepas pembatasan akses ibadah umrah yang ditetapkan oleh otoritas Arab Saudi terkait antisipasi virus Covid-19, Menteri Agama RI Fachrul Razi menggelar rapat koordinasi bersama para asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), maskapai penerbangan dan seluruh pihak terkait penanganan jamaah umrah Indonesia yang tertahan pascapelarangan tersebut, Jumat (28/2/2020).

Rapat tersebut memberikan sejumlah kesimpulan, dan salah satunya adalah kesepakatan seluruh pihak untuk tidak menghanguskan paket perjalanan yang telah dibayar jamaah umrah Indonesia yang gagal melangsungkan ibadah saat ini. Imbas yang terjadi selepas pengumuman otoritas Arab Saudi tersebut tergolong ke dalam keadaan kahar atau force majeur.

AYO BACA : Ratusan Jamaah Umrah KBB Gagal ke Tanah Suci

Sehingga, tiap pihak yang terlibat telah berkomitmen untuk bekerjasama mengatasi situasi dengan mengambil langkah-langkah tanpa memberi beban tambahan pada jemaah. Berdasarkan rilis keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com, PPIU akan menjadwal ulang atau melakukan re-schedule terkait akomodasi, konsumsi, transportasi darat dan hal lainnya yang telah dipesan jemaah.

Namun, pihak PPIU juga diminta untuk memberi keterangan dan informasi sejelas-jelasnya bahwa keberangkatan umrah selanjutnya baru akan terjadi setelah pemerintah Saudi mencabut larangan tersebut. Sementara hingga saat ini, Sabtu (29/2/2020), belum ada keterangan resmi dari otoritas setempat soal kapan pembatasan jemaah umrah tersebut berlangsung.

AYO BACA : Perkuat Layanan Digital Umrah, bjb syariah Gandeng Central Travel

Selain itu, pihak maskapai penerbangan yang terlibat juga sepakat untuk tunduk pada Perpres Nomor 95 tahun 2016 dimana penundaan keberangkatan sementara tidak akan membebankan biaya tambahan pada jemaah. Tiket keberangkatan dan kepulangan tidak akan dihanguskan dan akan segera dijadwal ulang.

Pemerintah Indonesia saat ini juga tengah meminta pemerintah Saudi Arabia untuk mempertimbangkan agar visa yang sudah dikeluarkan dan tidak dipergunakan dapat diterbitkan ulang atau diperpanjang tanpa ada biaya tambahan. Jemaah umrah yang belum berangkat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti kebijakan yang diambil baik oleh pemerintah Saudi Arabia maupun Indonesia terkait keberangkatan umrah yang tertunda.

Adapun jumlah jemaah Indonesia yang terdampak karena tidak berangkat pada 27 Februari 2020 adalah sebanyak 2.393 jemaah, berasal dari 75 PPIU yang diangkut oleh 8 maskapai penerbangan. Di luar itu, tercatat ada 1.685 jemaah yang tertahan di negara ketiga pada saat transit, dan saat ini sedang berada dalam proses pemulangan ke tanah air.

AYO BACA : Penghentian Sementara Umrah, Sekda Kabupaten Bandung: Terima Saja

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar