Yamaha

Pasangan Calon Bupati Bandung Independen Sengketakan Keputusan KPU

  Kamis, 27 Februari 2020   Mildan Abdalloh
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020. (Ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Satu Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung jalur perseorangan mengajukan sengketa tehadap keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Pengajuan sengketa tersebut disampaikan kepada Bawaslu Kabupaten Bandung, Kamis (27/2/2020).

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bandung Komarudin mengatakan, bakal pasangan calon Bupati Bandung yang mengajukan sengketa keputusan KPU tersebut adalah pasangan Lili Muslihat-Winda Hendrawati.

AYO BACA : KPU Tolak Satu Bakal Pasangan Calon Bupati Bandung Independen

Pasangan Lili mengajukan sengketa karena penyerahan dokumen syarat bakal pasangan calon jalur perseorangan ditolak KPU.

"Pasangan Lili Muslihat-Wida Hendrawati memilih untuk menempuh jalur sengketa atas keputusan KPU terkait penyerahan dokumen dukungan bakal calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan," tutur Komarudin.

Sesuai dengan Perbawaslu 15/2017, sengketa bisa diajukan paling maksimum 3 hari kerja setelah penetapan KPU.

AYO BACA : KPU Bandung Minta Bakal Pasangan Calon Independen Segera Daftarkan Tim

Sejauh ini, Lili-Wida baru membuat akun Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa (SIPS). Sedangkan, legal formal pengajuan permohon belum disampaikan. 

Dikatakan Komarudin, persyaratan seseorang untuk mengajukan sengketa proses antara lain adanya identitas pemohon dan termohon, adanya objek sengketa yang disengketan baik keputusan maupun Berita Acara (BA) pleno KPU, kedudukan hukum pemohon dan termohon, uraian kejadian dan petitum.

"Ya kita lihat saja, apakah pada hari ini yang bersangkutan mau menggunakan ruang yang disediakan Bawaslu atau tidak atas ketidakpuasan yang disampaikannya terhadap keputusan KPU," katanya.

Penyerahan dokumen dukungan bakal pasangan calon atas nama Lili Muslihat-Wida ditolak KPU Kabupaten Bandung. Pasalnya pasangan tersebut tidak bisa membuktikan dukungannya hingga batas akhir penyerahan dukungan pada 23 Februari pukul 24.00 WIB.

Pasangan tersebut beralasan jika berkas dukungannya sedang dalam perjalanan, namun hingga pukul 24.00 WIB, berkas yang diminta KPU tidak kunjung datang.

Selain itu dalam aplikasi SILON milik KPU, pasangan tersebut baru mengunggah 12.000-an dukungan, padahal syarat minimal bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati bandung dari jalur perseorangan paling sedikit harus didukung oleh 153.443 orang.

AYO BACA : Ini Syarat agar Calon dari Perseorangan Lolos Pilkada

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar