Yamaha

Pasien Corona Kabur dari Wuhan Hebohkan Cina

  Kamis, 27 Februari 2020
Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Setelah diisolasi dan diblokade (lockdown) pada tanggal 23 Januari 2020 pukul 10.00, pengamanan Kota Wuhan terus ditingkatkan. Bukan hanya petugas medis, pengerahan personel kepolisian dan militer dalam skala besar dilakukan ke Ibu Kota Provinsi Hubei yang berada di wilayah tengah Cina itu.

Tidak hanya pintu keluar-masuk tol, bandar udara, dan stasiun kereta api, jalan tikus pun sulit ditembus karena ketatnya pengamanan. Hal itu agar wabah penyakit radang paru-paru berat yang diakibatkan oleh virus corona jenis baru atau COVID-19 yang berepisentrum di Wuhan itu tidak makin meluas penyebarannya.

Tak peduli siapa pun itu, orang asing yang pada tanggal tersebut berada di kota berpenduduk sekitar 11 juta jiwa itu juga mendapatkan perlakuan yang sama. Setelah berbagai pendekatan dan kesepakatan dengan pemerintah Cina, beberapa warga negara asing, termasuk 238 warga negara Indonesia bisa meninggalkan Wuhan.

Namun pekan ini masyarakat Cina dihebohkan oleh seorang pasien COVID-19 yang berhasil dengan mudahnya melarikan diri dari Wuhan. Bahkan perempuan bermarga Huang itu bisa mengemudikan mobil bersama keluarganya dalam waktu tempuh sekitar 24 jam untuk melakukan perjalanan Wuhan-Beijing.

AYO BACA : Gara-gara Corona, Syuting Film Mission Impossible 7 di Italia Ditunda

Kenapa dia bisa lolos dari Wuhan dan dengan leluasanya bisa melakukan perjalanan dengan keluarganya ke Beijing? Bukankah pengamanan di Wuhan sangat ketat?

Demikian pula pengamanan di Beijing. Apalagi sehari setelah Wuhan ditutup, setiap rumah di beberapa daerah lain di China digedor oleh petugas kepolisian untuk menanyai satu-persatu penghuninya apakah ada yang berasal dari Wuhan atau punya riwayat perjalanan ke kota terkaya ketujuh di Cina itu dalam waktu 14 hari terakhir.

Pertanyaan-pertanyaan dan berbagai jenis kemuskilan lainnya yang muncul dari kalangan warganet Cina atas peristiwa yang tidak lazim itu tidak bisa dihindari. Apalagi Cina sangat ketat dan kaku dalam menerapkan aturan sehingga jarang sekali petugas memberikan toleransi apa pun. Tidak mengherankan kalau wabah tersebut juga telah berbuntut pemecatan besar-besaran pejabat eksekutif dan pejabat teras Partai Komunis Cina (CPC) dari semua tingkatan di Wuhan dan Provinsi Hubei.

Mantan Tahanan

AYO BACA : Tingkatkan Kesadaran, Insan bank bjb Dibekali Pengetahuan tentang Covid-19

Sejumlah media di Cina mendapati bahwa Huang telah berada di permukiman penduduk di Distrik Dongcheng, Beijing, pada Senin (24/2). Dia tiba dari Wuhan sejak Sabtu (22/2), kemudian memeriksakan diri karena sempat mengalami demam dan sakit tenggorokan sejak 18 Februari, demikian pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Beijing (BCDPC).

Otoritas pemerintahan di Hubei langsung menggelar investigasi atas kasus tersebut pada Rabu (26/2) atas dasar pemberantasan wabah COVID-19 adalah dengan menutup semua akses keluar-masuk Wuhan.

Seorang narasumber yang dikutip laman berita Yicai mengungkapkan bahwa perempuan tersebut merupakan tahanan yang baru saja dibebaskan dari Wuhan. Huang didiagnosis terpapar COVID-19 saat masih berada di Wuhan. Setelah bebas, dia dijemput keluarganya untuk dibawa pulang ke Beijing dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Pakar kesehatan yang dikutip Global Times mengatakan persoalan wabah di Wuhan dan Hubei itu masih sangat kompleks. Jika penyebaran virus tidak dikekang, maka berbagai upaya yang dilakukan sebelumnya akan sia-sia sehingga virus pun kembali berjangkit.

Seorang staf Dinas Lalu Lintas Jalan Raya Kota Wuhan mengatakan bahwa warga Wuhan harus mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada otoritas setempat. Kalau permohonannya disetujui, maka yang bersangkutan bisa meninggalkan kota itu. Namun staf tersebut buru-buru menambahkan bahwa hanya pemohon dengan kondisi tertentu dan bertujuan khusus yang diizinkan meninggalkan Wuhan.

Agar semua tindakan isolasi benar-benar diterapkan di Wuhan dan Hubei, Ketua Partai CPC Provinsi Hubei yang baru Ying Yong pada Selasa (25/2) menekankan pentingnya memperketat lagi arus keluar-masuk Wuhan dan Hubei. Beberapa kota di provinsi itu juga melakukan pembatasan yang sangat ketat terhadap setiap kendaraan yang hendak keluar wilayah.

AYO BACA : Selesai Gelar Preskon Corona, Wamenkes Iran Dinyatakan Positif

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar