Yamaha

Tanggung Iuran 80.722 Warga Miskin, BPJS Kesehatan Cimahi Apresiasi Aa Umbara

  Rabu, 26 Februari 2020   Tri Junari
Bupati Bandung Barat Aa Umbara (kanan), Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi Sri Wahyuningsih (tengah), dan Kepala BPJS Kesehatan KBB dr Bellza Rizki Ananta (kiri) berdiskusi mewujudkan program peningkatan jumlah peserta BPJS Kesehatan warga miskin di Cisarua, KBB, Rabu (26/2/2020).

CISARUA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di bawah kepemimpinan Bupati Aa Umbara mengalokasikan anggaran kesehatan bagi 80.722 warga miskin menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Perlindungan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi Sri Wahyuningsih memberi apresiasi Pemkab Bandung Barat yang telah mengalokasikan anggaran untuk mendaftarkan penduduknya menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional yang di kelola oleh BPJS Kesehatan.

Jika dihitung, alokasi iuran bagi jaminan kesehatan warga miskin ini mencapai Rp24.410.332.800 bagi 80.722 warga miskin dengan asumsi setiap iuran peserta Rp42.000/bulan.

AYO BACA: Langgar 3 Aturan, The Great Asia Afrika Bandung Terancam Ditutup

AYO BACA: Potensi Gempa dari 'Ular Panjang' Bernama Sesar Lembang

Alokasi senilai puluhan miliar ini menunjukkan keseriusan Bupati Aa Umbara untuk menjamin kesehatan warga khususnya warga miskin meskipun kemampuan anggaran tak sebesar kota besar lainnya.

"Tentu kami apresiasi pemerintah KBB yang telah concern menjamin kesehatan warganya menjadi peserta BPJS Kesehatan, tahun ini dananya sudah dialokasikan bagi 80.722 warganya yang masuk dalam kriteria kurang mampu," kata wanita yang akrab disapa Ichi saat menghadiri kegiatan sosialisasi jaminan kesehatan kepada petani di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, kepala daerah ikut menyukseskan program nasional Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan sangat penting meningkatkan kesadaran masyarakat.

AYO BACA: LIPKHAS GEMPA: Warga Kira Sesar Lembang adalah Obyek Wisata Baru

AYO BACA: BMKG Catat Ada Aktivitas Gempa di Sesar Lembang di Awal Oktober

"Tujuan program ini meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kami bersama pemerintah daerah terus berkolaborasi mewujudkan Universal Health Coverrage (UHC) yang artinya 95% penduduk memiliki jaminan kesehatan," kata dia.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bandung Barat dr Bellza Rizki Ananta menambahkan, dari total jumlah penduduk KBB 1,662,706 juta jiwa saat ini sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sebanyak 1,272,677 juta jiwa.

Artinya, sebanyak 76,54% jumlah penduduk sudah tercover BPJS Kesehatan, untuk mencapai UHC pihaknya memiliki target 18,46% atau sekira 390,029 jiwa didorong untuk memiliki kartu jaminan kesehatan.

AYO BACA: Potensi Gempa Sesar Lembang Capai 7 Skala Richter? Ini Penjelasan PVMBG

AYO BACA: Sosialisasi Sesar Lembang Belum Masif

"Dengan adanya alokasi anggaran dari pemerintah daerah akselerasi pencapaian UHC semakin terlihat, kita terus bersinergi mendorong agar kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan kesehatan terus meningkat," katanya.

Di tempat sama, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengatakan, alokasi anggaran kesehatan bagi warga miskin setiap tahun akan ditingkatkan.

Melihat kemampuan anggaran, pemerintah daerah tahun ini menggelontorkan anggaran Rp24 miliar lebih untuk meng-cover iuran BPJS Kesehatan bagi 80.722 warga kurang mampu.

"Anggaran yang dimiliki memang harus terbagi pada pembangunan bidang lain seperti insfrastruktur, tetapi saya berkomitmen setiap tahun jumlah yang tercover terus meningkat untuk mencapai suksesnya program JKN," kata Aa.

AYO BACA: Waterboom di Sesar Lembang Belum Kantongi Izin

AYO BACA: Waterboom di Patahan Lembang, Aa Umbara: Warga Menolak, Izinnya Tidak Akan Keluar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar