Yamaha

3 Inovasi Layanan Kependudukan yang Bisa Diakses Warga Bandung

  Rabu, 26 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
Kepala Disdukcapil Kota Bandung Popong Nuraeni. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung meluncurkan 3 layanan administrasi kependudukan tambahan, Rabu (26/2/2020). Di luar layanan dasar seperti pembuatan KTP-el, kini warga Bandung dapat melakukan pemutakhiran data kependudukan hingga melayangkan aduan.

Kepala Disdukcapil Kota Bandung Popong Nuraeni menyebutkan, salah satu yang telah diluncurkan adalah aplikasi "Pemuda" atau pemutakhiran data kependudukan mandiri. Dengan aplikasi tersebut, warga tidak perlu mendatangi kecamatan setempat bila ingin mengubah data.

"Bila ada penduduk yang ingin update data keluarganya, yang tadinya tidak ada golongan darah dan ingin memasukkan data golongan darahnya, nah bisa di-update sendiri lewat ‘Pemuda’," ungkap Popong ketika ditemui di sela peresmian mal pelayanan publik di Metro Indah Mal Bandung, Rabu (26/2/2020).

AYO BACA : Disdukcapil Bandung Pastikan Blanko E-KTP Tersedia

Selain itu, ada layanan Adu Cepat. Layanan tersebut dapat digunakan oleh lembaga pemerintah maupun swasta ketika lembaga tersebut kesulitan mengakses data Disdukcapil.

"Ini adalah pengaduan cepat yang bisa diakses oleh SKPD (satuan kerja perangkat daerah), baik lembaga pemerintah maupun swasta yang telah bekerjasama dengan kita. Kurang lebih ada 43 SKPD," kata dia.

"Ketika mereka crowded dalam mengakses data ke kami, kami tidak perlu lagi keliling mendatangi mereka. Cukup lewat aplikasi Adu Cepat ini, akan kita selesaikan," kata dia.

AYO BACA : Perluas Jangkauan, Pemkot Bandung Tambah Gerai Layanan KTP-El

Sementara itu, layanan ketiga adalah ADM alias Anjungan Dukcapil Mandiri. Popong mengatakan, nantinya Kota Bandung akan memiliki 5 mesin ADM yang dapat mencetak kartu keluarga hingga KTP-el masyarakat sebagaimana layaknya mesin ATM.

"Masyarakat bisa langsung cetak Kartu Keluarga, KTP Elektronik, dan Kartu Identitas Anak. Kita akan beli 5 (mesin), sekarang baru dapat 1 mesin. Tapi belum bisa langsung dimanfaatkan masyarakat umum karena harus di-maintenance dulu, harus diujicoba dulu," ujarnya.

Di samping tiga hal tersebut, dia mengatakan, Kota Bandung diberi keleluasaan mencetak KTP warga yang bukan penduduk asli Kota Bandung. Hal ini berlaku bagi penduduk non-permanen yang tinggal di Bandung tetapi tidak memiliki KTP Bandung melalui aplikasi e-Punten.

"Kota Bandung dapat kepercayaan dari Ditjen Dukcapil untuk bantu orang di luar domisili lewat e-Punten. Wajib masuk aplikasi itu, nanti akan kita kasih surat keterangan tinggal sementara," kata dia.

"Kebutuhannya bisa dibantu, kalau KTP mereka rusak juga bisa kita cetakkan," kata dia.

AYO BACA : Bikin KTP-el Sampai Akta Kelahiran Kini Bisa di Gedung DPRD Kota Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar