Yamaha

Produksi Tembakau Gorila, Indekos di Katamso Digerebek Polisi

  Rabu, 26 Februari 2020   Faqih Rohman Syafei
Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Irfan Nurmansyah saat melakukan penggerebekan lokasi produksi tembakau gorila di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bandung, Rabu (26/2/2020). (Ayobandung.com/Faqih Rohman Syafei)

CIBEUNYING KIDUL, AYOBANDUNG.COM -- Tiga orang dan 6,8 kilogram narkoba jenis tembakau gorilla diamankan Sat Narkoba Polrestabes Bandung dalam penggerebekan indekos Gang Lapangan Tembak, Jalan Brigjen Katamso, Kota Bandung, Kota Bandung, Rabu (26/2/2020). 

Penggerebekan dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Irfan Nurmansyah terhadap dua kamar indekos yang dijadikan tempat produksi tembakau gorilla. 

AYO BACA : Kegiatan Pabrik Narkoba Arcamanik Tak Terendus, Warga Diminta Waspada

"Penggerebekan dari informasi masyarakat terkait penjualan tembakau secara online. Setelah dipelajari, mereka menjual lewat medsos," ujarnya di lokasi, Rabu (26/2/2020).

Dia mengatakan, ketiga pelaku yakni AS, A, dan L menjadikan satu kamar indekos sebagai tempat produksi dan satunya lagi untuk pengemasan. Barang haram tersebut pun dijual pelaku hingga ke sejumlah wilayah di Indonesia.

AYO BACA : Pabrik Narkoba di Arcamanik Produksi 3 Jenis Pil Narkoba

"Mereka ngirimnya ke banyak daerah di Indonesia. Mereka jual sering melalui medsos, kemudian mereka packing atau kemas dan kirim," katanya.

Irfan menyebutkan, modus yang digunakan para pelaku untuk mengelabui petugas yakni dengan memasukan kacang goreng ke dalam paket. Sehingga ketika dikirim melalui jasa ekpedisi tidak menimbulkan kecurigaan.

"Ini modus baru yang digunakan pelaku. Mereka ini untuk mengelabui petugas dengan memasukan atau dilapisi kacang di paketnya," sebutnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menyebutkan ketiga pelaku belajar membuat barang haram ini melalui internet. Mereka pun telah menjalankan bisnis ini sudah cukup lama.

"Home Industry gorila ini mereka (pelaku) telah beroperasi kurang lebih setahunan," katanya.

AYO BACA : Rumah Diduga Pabrik PCC Ternyata Aset Pemkot Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar