Yamaha

Akses Tertutup, Bobotoh Kecewa Tak Bisa Saksikan Launching Persib

  Selasa, 25 Februari 2020   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Seorang bobotoh cilik tak bisa menyaksikan Launching Persib. (Dokumentasi Forum Wartawan Persib (FWP))

BOJONGLOA, AYOBANDUNG.COM -- Angan bobotoh menyaksikan tim kesayangannya, Persib Bandung saat diperkenalkan secara resmi harus kandas. Pasalnya Launching Tim Persib Musim 2020 yang digelar secara tertutup di HARRIS Hotel & Convention Festival Citylink Bandung, Selasa (25/2/2020) malam tak dapat disaksikan langsung para suporter setia Maung Bandung itu. 

Seperti diketahui, Bobotoh hanya bisa menyaksikan peluncuran tim musim 2020 dalam live streaming chanel YouTube Persib TV. Praktis hal ini membuat bobotoh kecewa.

Luapan kekecewaan bobotoh iru pun diungkapkan Hafidz Armada. Bobotoh asal Garut ini mengaku kecewa gagal menyaksikan tim kesayangannya saat diperkenalkan sebagai tim musim 2020. Padahal dirinya telah memboyong anak dan istrinya untuk menyaksikan pengenalan resmi skuat Pangeran Biru.

"Tahu pake undangan tapi pengin lihat langsung. Sangat kecewa sebenernya karena saya setia sama persib bahkan sampai nyetadion. Anak pengen juga lihat, kalau latihan suka ke Jalak. Ini saya sengaja datang dari Garut cuman pengin lihat launching Persib," kata Hafidz saat tertahan di area venue launching.

Karenanya untuk musim depan, Hafidz berharap, skuat Maung Bandung bisa menggelar peluncuran tim secara terbuka. Hal ini untuk membuat suporter merasa lebih dekat saat mendukung tim kesayangannya.

"Penginnya dipindahin di lapangan. Harusnya terbuka, suporter lebih dekat kalau bisa di luar lapangan. Tahun kemaren juga gak bisa masuk juga," ujarnya.

Tak jauh berbeda, Jhon Diki salah satu Viking UPI mengaku amat kecewa dengan keputusan Persib. Pasalnya selama tiga musim terakhir skuat Maung Bandung selalu menggelar peluncuran tim di tempat tertutup. 

"Sangat kecewa. Harusnya terbuka jangan tertutup biar bisa dilihat. Karena pengin lihat langsung tapi tertutup. Padahal pengin banget menyaksikan," kaya Diki.

Bobotoh asal Setiabudi, Kota Bandung itu bahkan mengkritisi slogan 'Ngahiji' Persib yang tidak sesuai dengan esensinya. Terlebih menurut dia, Persib merupakan tim yang lahir dari masyarakat.

"Harusnya bisa (terbuka). Slogan ngahiji itu tidak sesuai," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar