Yamaha

Gara-gara Virus Corona, Jumlah Wisata ke Bandung Selatan Anjlok

  Selasa, 25 Februari 2020   Mildan Abdalloh
Glamping Lake Side. (Ayobandung.com)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM -- Wabah virus corona (COVID-19) di Wuhan Tiongkok memberi dampak terhadap kunjungan ke tempat wisata Bandung selatan.

Salah satu objek wisata yang terdampak COVID-19 adalah glamping lake side, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

GM Glamping Lake Side, Endang Suherman, mengatakan objek wisata Glamping Lake Side banyak diminati oleh wisatawan mancanegara khususnya Tiongkok dan Singapura. Adanya wabah corona, menyebabkan kunjungan wisatawan menurun sampai 30%.

AYO BACA : Gara-gara Virus Corona, Pariwisata Indonesia Rugi Rp54 Triliun

"Sejak ada corona, wisatawan mancanegara turun 15%. Sebagian besarnya dari tiongkok," tutur Endang, Selasa (25/2/2020).

Rata-rata setiap bulan sekitar 6.000 wisatawan asal Tiongkok mengunjungi objek wisata yang terkenal dengan restoran kapal pinisi tersebut. Namun, saat ini kunjungan wisatawan dari negeri tirai bambu berkurang 50%.

"Memang wisatawan mancanegara yang ke sini kebanyakan dari tiongkok. Setelah ada corona otomatis terjadi penurunan, kan ada pembatasan juga kunjungan dari sana ke Indonesia," ujarnya.

AYO BACA : PHRI: Pariwisata Indonesia Berpotensi Kehilangan Rp2,7 Triliun Akibat Corona

Terlebih ada dua kota di Tiongkok yang diisolasi akibat wabah COVID-19, sehingga penurunan kunjungan menjadi berkurang.

"Bukan hanya ke Glamping Lake Side, tapi saya komunikasi dengan objek wisata lain di Bandung selatan, kondisinya sama," ungkapnya.

Selain itu, kata Endang, di sejumlah daerah juga saat ini terjadi bencana banjir, seperti Jakarta dan Bekasi yang juga mempengaruhi penurunan kunjungan.

"Total penurunan keseluruhan, antara dampak corona dengan cuaca, mencapai 30%," tutupnya.

AYO BACA : Akibat Virus Corona, Pemerintah Siap Beri Diskon Tiket Pesawat 30-40%

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar