Yamaha

Sidang Pembobolan BRI, Jaksa Kekeuh dengan Tuntutan 11 Tahun

  Senin, 24 Februari 2020   Faqih Rohman Syafei
Logo BRI. (istimewa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Kasus pembobolan kas BRI cabang Tambun Bekasi senilai Rp13,8 miliar yang dilakukan Asisten Manajer dan Operasional Layanan, Ermansyah Putra kembali bergulir di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (24/2/2020). Agenda kali ini pembacaan replik dari jaksa penuntut umum.

Menurut kuasa hukum terdakwa, Tri Laksono bahwa jaksa penuntut umum masih tetap dengan tuntutannya terhadap terdakwa. Jaksa menilai selama pemeriksaan, telah didapati sejumlah fakta-fakta terkait perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa.

AYO BACA : Pembobolan Kas BRI Bekasi, Diduga Ada Keterlibatan Internal

"Dari fakta tersebut, tidak terdapat adanya hal yang membebaskan atau melepaskan terdakwa dari tanggung jawab pidana atau adanya alasan pembenaran serta alasan apapun," ujarnya saat dihubungi ayobandung.com, Senin (24/2/2020).

Menanggapi hal tersebut, kata dia pihaknya tetap berpedoman pada pledoi yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya. Pada pledoi yakni menolak tuntutan primer dari JPU terkait Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Tipikor terhadap terdakwa.

AYO BACA : Bobol Kas BRI Rp13,8 Miliar, Ermansyah Dituntut 11 Tahun Penjara

"Kita tidak tanggapi secara tertulis tapi secara lisan. Tetap pedoman pada pledoi yang dibacakan kemarin," kata Tri.

Tri menyebutkan setelah sidang replik ini, selanjutnya sidang akan beragendakan pembacaan vonis atau putusan yang dijadwalkan akan berlangsung pada dua minggu ke depan.

"Sidang putusan vonis nanti tanggal 9 Maret 2020 mendatang. Hakim minta ditunda selama dua minggu," sebutnya.

Sebelumnya, terdakwa dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan, selain itu terdakwa juga harus mengganti uang Rp12 miliar atau lima tahun penjara.

AYO BACA : Sidang Vonis Terdakwa Pembobolan Kas BRI Ditunda Tiga Kali Berturut-turut

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar