Yamaha

Tunda Pernikahan Demi Tangani Virus Corona, Dokter Muda di China Meninggal

  Jumat, 21 Februari 2020
Simulasi penangan Virus Corona. (Suara.com)

CHINA, AYOBANDUNG.COM -- Perjuangan seorang dokter benar-benar diuji di wabah virus corona baru atau Covid-19. Seperti dokter muda di China satu ini yang akhirnya meninggal dunia usai menunda pernikahan demi melawan Covid-19.

Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis (20/02/2020) oleh biro kesehatan distrik setempat, Peng Yinhua adalah seorang dokter pernapasan di Rumah Sakit Rakyat Pertama, di Distrik Jiangxia, kota Wuhan. Demikian dilansir dari Mothership SG.

Peng dirawat di rumah sakit di First People's Hospital pada 25 Januari, tetapi kondisinya memburuk pada 30 Januari. Dia kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan.

AYO BACA : Korban Tewas Akibat Corona Tembus 2.247 Orang

Sayangnya, kondisinya terus memburuk dan kesehatannya gagalpulih. Akhirnya, dia meninggal sekitar pukul 21.50 pada hari Kamis (20/02/2020).

Menurut Headline News, Peng awalnya merencanakan pernikahannya pada 1 Februari. Undangan yang ingin ia kirim dilaporkan masih disimpan di laci mejanya.

Dia dan istrinya dilaporkan setuju untuk menunda pernikahan mereka sampai wabah virus corona atau Covid-19 akhirnya terkendali.

AYO BACA : Baru Pulang dari Cina, 14 Pekerja Asing di Bekasi Dikarantina

Warganet China pun berkabung atas meninggalnya dokter berusia 29 tahun itu. Mereka berharap tidak ada lagi petugas medis yang menjadi korban.

"Ini benar-benar memilukan. Tolong jangan singkirkan orang-orang baik ini lagi," tulis salah satu warganet di Weibo.

"Mereka mungkin baru saja mendaftarkan pernikahan mereka belum lama ini. Ini benar-benar menyakitkan bagi istri, kehilangan suaminya sebelum pernikahan selesai. Siapa yang bisa menerima ini...," tambah yang lain.

Angka korban kasus virus corona baru atau Covid-19 terus meningkat di seluruh dunia. Dilansir laman Worldometers.info, per hari Jumat (21/2/2020), ada total 76.221 kasus yang tersebar di 30 negara dan 1 kapal pesiar di Jepang. Untuk angka kematian sendiri mencapai 2.200 lebih orang.

Meski angkanya terus bertambah, namun kabar baiknya, jumlah kasus di China justru menunjukkan penurunan.

AYO BACA : Virus Corona Buat Rupiah Loyo di Februari

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar