Yamaha

Penelitian Sebut Tukang Bohong Miliki Ukuran Otak Lebih Kecil

  Sabtu, 22 Februari 2020
Ilustrasi otak. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah studi menemukan orang dewasa yang suka bohong, berperilaku kasar atau mencuri biasanya memiliki ukuran otak yang lebih kecil Hasil pemindaian menunjukkan, mereka memiliki lapisan luar yang lebih tipis dan area permukaan lebih kecil di daerah yang terkait dengan perilaku buruknya.

Tetapi, pengurangan otak atau otak ukuran kecil ini hanya terjadi pada mereka yang memiliki sifat buruk itu sampai tumbuh dewasa.

Dr. Christina Carlisi dari University College London mengatakan perilaku anti-sosial mungkin menyebabkan perbedaan struktur otak. Sehingga mereka sulit untuk mengembangkan keterampilan sosial.

"Orang-orang seperti ini dapat memeroleh manfaat dari banyaknya dukungan di kehidupan mereka. Orang-orang inilah yang harusnya mampu melakukan reformasi dan menjadi anggota masyarakat yang berharga," jelasnya dikutip dari The Sun.

Penelitian mengenai ukuran otak orang dengan sifat buruk ini menggunakan scan MRI dari 672 orang berusia 45 tahun dan ditambah data informasi peserta dari usia 7 tahun hingga 26 tahun.

Hasilnya, sebanyak 80% memiliki masalah seumur hidupnya hingga dewasa dan 151 hanya memiliki masalah ketika remaja saja.

Kelompok pertama juga memiliki ukuran otak yang lebih kecil, tetapi belum diketahui penyebabnya, baik dari penyalahgunaan zat terlarang, IQ rendah atau masalah kesehatan mental.

Intinya, orang yang memiliki perilaku sosial buruk, seperti mencuri, berbohong dan lainnya memiliki ukuran otak lebih kecil daripada yang tidak.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar