Yamaha

Polisi Ungkap Pabrik Kosmetik Palsu di Rancacili

  Jumat, 21 Februari 2020   Faqih Rohman Syafei
Rilis kosmetik palsu. (Ayobandung.com/Faqih)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Ditresnarkoba Polda Jawa Barat berhasil membongkar home industy atau pabrik pembuatan kosmetik palsu di Jalan Rahayu Raya II, Kelurahan Rancacili, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung pada Rabu (19/2/2020).

Dalam penggrebegan ini, polisi mengamankan satu orang tersangka yakni pemilik pabrik berinisial EC. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa kosmetik palsu yang siap edar serta bahan baku.

AYO BACA : Penetapan Tersangka Kasus Sunda Empire Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan

"Kami mengamankan tersangka EC sekitar pukul 10.00 WIB dengan ratusan bahan baku kosmetik," ujar Diresnarkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol Enggar Pareanom di Mapolda Jawa Barat, Jumat (21/2/2020).

Enggar mengatakan pengungkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat terkait banyaknya kosmetik palsu dipasaran. Setelah diselidiki, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Jawa Barat menemukan keberadaan pabrik kosmetik palsu tersebut.

AYO BACA : Polda Jabar Perkirakan Anggota Sunda Empire Capai Seribuan

"Rumah tersebut diduga dijadikan tempat produksi dan tempat penyimpanan kosmetik yang tidak memenuhi standar dan syarat keamanan, mutu dan tidak memiliki izin edar," katanya.

Berdasarkan keterangan tersangka, dirinya membuat kosmetik palsu sejak Juli 2019 lalu, dibantu dengan enam orang karyawan. Sedangkan produk buatannya dipasarkan secara online dengan akun "Sintren Olshop" di Shopee.

Adapun jenis kosmetik palsu yang dijual diantaranya sabun batang, cream siang dan malam, campuran masker, hand body lotion, shampo, conditioner serta creambath.

"Karyawannya bekerja mulai dari menyiapkan produk, membuat dan mengemas kosmetik. Caranya dengan memasukan beberapa bahan baku ke dalam botol kemasan lalu ditempel label yang telah dibuat sebelumnya," kata Enggar.

Enggar menyebutkan atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 196 dan Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tetang kesehatan. Tersangka diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara atau denda Rp1,5 miliar.

AYO BACA : Polisi Ungkap Sumber Dana yang Digunakan Sunda Empire

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar