Yamaha

Kabupaten Indramayu Kekurangan 110.000 Blangko KTP-el

  Jumat, 21 Februari 2020   Erika Lia
Ilustrasi KTP-el. (ANTARA FOTO/Rahmad)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di Kabupaten Indramayu masih terbatas. Kondisi itu diperparah dengan sulitnya warga beroleh KTP-el maupun dokumen kependudukan lain.

Penantian panjang menjadi salah satu hal yang menghambat kepemilikan kartu identitas. Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat mengungkap adanya kekurangan 120.000 blangko KTP-el. Jumlah itu untuk jangka waktu satu tahun ini.

"Indramayu masih kekurangan banyak blangko KTP-el," akunya.

Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu telah menerima 10.000 blangko baru dari pemerintah pusat untuk mengatasi kekurangan itu. Dengan kata lain, Indramayu kini kekurangan 110.000 blangko.

"Tapi, itu (110.000 blangko) kalau kita menghitung kebutuhan normatif," ungkapnya.

Kekurangan dimungkinkan lebih besar lagi, mengingat adanya warga yang membutuhkan KTP-el baru. Kondisi ini dialami warga yang mengalami perubahan status, salah satunya status perkawinan.

Dalam kesempatan itu, Taufik tak menyanggah kemungkinan kekurangan blangko memunculkan praktik jual beli oleh oknum tak bertanggung jawab. Dia meyakinkan, akan menjatuhkan sanksi tegas bagi yang melakukannya.

"Saya tak akan main-main," tegasnya.

Seluruh masyarakat Indramayu ditargetkannya memiliki dokumen kependudukan, baik KTP-e, kartu keluarga (KK), kartu identitas anak (KIA), juga akta kelahiran. Masyarakat bisa memiliki seluruh dokumen itu secara gratis.

Pemkab Indramayu melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) memiliki program Pelayanan Rebo Keliling Dokumen Adminduk Indramayu (Laboling D’Ayu).

Dalam program ini, Disdukcapil mendatangi warga dengan berkeliling ke berbagai kecamatan setiap Rabu. Petugas melayani warga yang membutuhkan pelayanan dokumen adminduk.

Sementara itu, warga mengeluhkan penantian hingga berbulan-bulan yang harus mereka habiskan untuk menerima dokumen kependudukan.

"Saya urus pembuatan KTP-el di kantor kecamatan pada Desember 2019. Sampai sekarang belum saya terima kartunya," ungkap seorang warga bernama Dedi.

Kesal tak juga kelar, dia mengaku akhirnya terpaksa memanfaatkan jasa calo. Dengan menyerahkan uang Rp170.000 kepada orang tersebut, dia pun beroleh KTP dengan cepat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE