Yamaha

100 Hari Kerja, Ini Capaian Kinerja DPRD Kota Bandung

  Kamis, 20 Februari 2020   Andri Ridwan Fauzi
DPRD Kota Bandung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Tepat memasuki 100 hari kerja pada Rabu (8/1/2019), Dewan Perwakilan Daerah Rakyat (DPRD) Kota Bandung telah mengesahkan tiga dari empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda). Ketiga Perda yang telah disahkan tersebut, meliputi Perda Tentang Pemenuhan Hak-hak Kaum Disabilitas, Perda Tentang Sistem Penyelenggaraan Kepariwisataan, dan Perda Tentang Penanganan Kawasan Kumuh.

“Alhamdulillah, dari empat Raperda kita sudah mengesahkan tiga Raperda menjadi Perda. Ketiga Perda sangat prioritas karena menyangkut dengan pelayanan dan kebutuhan masyarakat Kota Bandung,” ujar Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan didampingi Wakil Ketua Ade Supriadi dan Achmad Nugraha kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Bandung.

Menurutnya, semua anggota DPRD Kota Bandung berkomitmen untuk menyuarakan aspirasi rakyat dengan tujuan untuk kemaslahatan bersama. Spirit tersebut, diharapkan akan menjadi tambahan dukungan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk meningkatkan pelayanan demi kesejahteraan masyarakat Kota Bandung.

“Semua anggota dewan berkomitmen untuk mendorong Pemkot Bandung untuk bisa menjalankan program-program pembangunan dengan baik dan sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

AYO BACA : DPRD Kota Bandung Fokus Tuntaskan Raperda Kawasan Kumuh

Bukti dari komitmen tinggi tersebut, jelas Tedy, selain pengesahan 3 Perda juga pengesahan APBD Kota Bandung Tahun 2020 yang lebih awal yakni tanggal 19 November lalu. Kondisi tersebut, diharapkan akan memicu SKPD untuk menjalankan program secara cepat.

“Ini APBD sudah disahkan sejak November lalu. Jadi tidak ada lagi alasan program yang telat atau tidak terelisasi karena anggaran. Jadi pelaksanaan program lebih cepat,” katanya.

Terkait potret Pemkot Bandung di 2019, Tedy menilai terdapat beberapa capaian positif yang telah dilaksanakan. Namun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu kembali diperbaiki dan ditingkatkan di tahun 2020 ini.

Program positif yang telah dicapai Pemkot Bandung, salah satunya adalah penanganan banjir. Meski belum maksimal, namun sudah terjadi progress yang sangat bagus.

AYO BACA : Oded Berharap Semakin Sinergi dengan DPRD Kota Bandung 2019-2024

“Saya melihat program mapag hujan dan danau buatan sudah sangat mengurangi masalah banjir. Hal yang perlu untuk ditingkatkan lagi adalah dengan membuat kolam retensi di beberapa titik yang menjadi rawan banjir,” ujarnya.

Sedangkan hal yang masih pekerjaan rumah adalah masalah kemacetan. Dalam hal ini, DPRD Kota Bandung mendorong Pemkot Bandung untuk memakismalkan program penggunaan transportasi publik.

“Rekayasa jalan sudah cukup bagus. Namun secara keseluruhan, kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah. Diperlukan inovasi dari SKPD terkait dalam menyelesaikan permasalahan kemacetan ini. Karena selama ini, penanganannya masih parsial,” katanya.

Teddy menambahkan, pada bulan Pebruari mendatang, DPRD Kota Bandung akan melakukan perubahan anggaran terkait masalah pendidikan dan kesehatan, setelah mendapatkan persetujuan dari Kemendagri.

“Perubahan anggaran tersebut, berupa anggaran belanja langsung menjadi anggaran tidak langsung di pendidikan untuk membiayai warga miskin di Kota Bandung untuk tetap melanjutkan pendidikan. Perubahan ini dilakukan karena urgen dan anggaran yang cukup besar mencapi Rp400 miliar,” ujarnya.

Mulai tahun 2020 ini, dengan spirit yang abru DPRD Kota Bandung juga akan membangun komunikasi yang lebih dalam dengan para awak media melalui pertemuan rutin setiap bulan. Pertemuan tersebut, diberinama Silaturahmi Media dan Dewan atau Salam Dewan.

“Ini merupakan tradisi baru di DPRD Kota Bandung dengan menggandekan pertemuan rutin dengan awak media untuk membahas kinerja anggota dewan dan juga membahas permasalahan di Kota Bandung,” katanya.

AYO BACA : DPRD Kota Bandung Ajak Masyarakat Jaga Situasi Kondusif

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar