Yamaha

Dosen Informatika Ungkap Cara Amankan Data Diri di Internet

  Kamis, 20 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
Dosen Teknik Informatika Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Mariskha Tri Adithia. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

CIDADAP, AYOBANDUNG.COM -- Seiring maraknya penggunaan internet dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, kasus penipuan hingga pencurian online kerap terjadi. Untuk menghindarkan diri dari hal-hal tersebut, seseorang harus dapat melindungi data-data pribadinya di internet.

Untuk melakukan hal tersebut, Dosen Teknik Informatika Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Mariskha Tri Adithia, berbagi tip sederhana yang dapat dilakukan. Dia mengatakan, titik berat keamanan privasi diri di internet terletak pada pin dan password.

"Keamanan informasi di level apapun bergantung pada pin dan password, itu satu-satunya yang dapat kita andalkan untuk menjaga keamanan data kita di internet," ungkapnya ketika memberi materi di diskusi “Aman dan Nyaman Berslancar di Era Digital” yang diselenggarakan oleh TikTok dan BEM Unpar di kampus Unpar, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Kamis (20/2/2020).

Dengan begitu, dia mengatakan, seseorang harus dapat menjaga keamanan password dan pin-nya dengan baik. Jangan gunakan kombinasi angka yang mudah ditebak seperti tanggal lahir.

"Pilihlah password dengan bijak dan pastikan tidak membagi password tersebut dengan siapapun," ungkapnya.

Selain itu, dia mengatakan, mengganti password dan pin secara berkala juga akan dapat meningkatkan kemanan informasi seseorang. Hal ini juga berlaku untuk pengamanan transaksi perbankan lewat ATM.

"Orang yang melakukan fishing di internet hanya akan bisa membaca username dan password kita saat itu. Bila diganti secara berkala mereka tak akan bisa login lagi. Sama halnya dengan pin ATM, lebih baik diganti secara berkala," paparnya.

Mariskha juga menekankan pentingnya berpikir sebelum mengeklik sesuatu di internet. Teliti jugalah alamat web yang akan dikunjungi, apakah termasuk URL yang aman atau sebaliknya.

"Jangan asal klik, berpikir dulu apakah link-nya masuk akal. Periksa juga keamanan URLyang akan dikunjungi. Ini bisa dilihat lewat situs-situs scan URL yang tersedia," tuturnya.

Dia pun memaparkan data-data pribadi yang tidak boleh dibagikan di internet kepada publik. Hal tersebut meliputi nomor telepon, alamat rumah, nomor kartu identitas, akun bank, dan nama ibu kandung.

"Harus hati-hati juga untuk tidak terus-terusan membagikan lokasi kita setiap saat. Hal itu memudahkan orang untuk melacak dan membuntuti kita," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar