Yamaha

[Kuliner Bandung] Uniknya Kecimpring Cokelat dan Buah Naga ala Kecamatan Cidadap

  Kamis, 20 Februari 2020   Nur Khansa Ranawati
Pemilik usaha Kicimpring Cidadap yag dikelola dibawah Santa Food, Tata Santa (65) memperlihatkan kulinernya di Taman Sejarah, Kamis (20/2/2020).(Ayobandung.com/Nur Khansa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Bila Anda penggemar keripik singkong, produk inovasi kelompok warga di Kecamatan Cidadap, Kota Bandung bisa menjadi hal menarik untuk dicicipi. 

Salah satu makanan khas Jawa Barat, kecimpring atau "kicimpring" dalam Bahasa Sunda, diolah ke dalam varian rasa yang unik oleh warga Cidadap.

Produk kecimpring yang dinamai "Kicimpring Cidadap" tersebut tersebut memiliki rasa yang terbilang kurang lazim digunakan dalam keripik, yakni cokelat dan buah naga. Selain itu, terdapat varian rasa lain meliputi original, barbequ, dan jagung manis pedas.

Ketika Ayobandung.com mencicipi kecimpring tersebut, teksturnya terbilang tipis dan renyah. Rasa cokelat nya pun berpadu pas dengan gurih kecimpring. Adapun kecimpring varian buah naga dilengkapi taburan susu yang menjadikan rasanya manis namun tetap gurih.

Pemilik usaha Kicimpring Cidadap yag dikelola di bawah Santa Food, Tata Santa (65) mengatakan varian rasa cokelat dan buah naga diramu melalui kolaborasi dengan komunitas hingga mahasiswa. Selain itu, produksi kecimpring ini pun sehari-harinya melibatkan para ibu warga Cidadap.

"Yang sekarang berjalan melibatkan 12 ibu-ibu warga RW 3 Kelurahan Ciumbuleuit," ungkap Tata ketika ditemui di Taman Sejarah Bandung, Kamis (20/2/2019).

AYO BACA : 5 Tempat Makan Hits di Sekitar UPI

Para ibu tersebut tergabung dalam Gerakan Penguatan Ekonomi Keluarga (Gepuk) Kelurahan Cidadap. Dalam satu bulan, rata-rata mereka dapat menghasilkan 200 hingga 300 kemasan kecimpring seberat 100 gram.

Harga setiap kemasan berkisar antara Rp20.000 hingga Rp21.000 yang dijual secara online lewat Instagram ataupun pemesanan via Whatsapp. Selai itu, produk ini juga sudah dipasok ke dua hotel di Kota Bandung.

"Sementara ini belum dikirim ke luar kota, kita jualan lewat online dan Whatsapp. Sudah dipasok ke dua hotel, dan rencananya akan menambah lagi," ungkap Tata.

Adapun kecimpring tersebut dibuat dari singkong yang dikupas, diparut dan kemudian dicampur dengan bumbu sesuai rasa. Singkong kemudian dikukus lalu digoreng.

Tata mengatakan, selain menggerakkan kekuatan ekonomi lokal, Kicimpring Cidadap juga bertujuan melestarikan panganan lokal dengan cara yang inovatif.

"Memang kami dan dan komunitas berusaha memelihara budaya tradisional Kawa Barat lewat kecimpring kekinian," ungkapnya. 

AYO BACA : Jangan Sampai Tertipu, Kenali Nasi Merah Asli Khas Punclut

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar